Sukses

Lifestyle

Terangsang Oleh Mayat, Normal Kah?

Lazimnya hubungan seksual dilakukan oleh pasangan yang saling mencintai satu sama lain. Seorang kekasih menginginkan interaksi dengan lawan jenisnya. Namun bagaimana jika seseorang melakukan hubungan seksual dengan pasangan yang sudah tidak lagi bernyawa? Normal kah hal itu?

Perilaku ini biasa disebut dengan istilah Necrophilia di mana seseorang terangsang gairah seksualnya dengan cara berfantasi atau melakukan tindakan seksual yang nyata dengan seorang yang telah mati. Perbuatan yang dilakukan bisa berupa penetrasi ke vagina, anal seks, oral atau masturbasi di depan mayat. Perilaku ini termasuk pelecehan seksual tanpa persetujuan korban karena kenyataannya mayat tidak bisa memberikan persetujuan.

Kebanyakan dari pelaku Necrophilia adalah laki-laki heteroseksual, meskipun dalam beberapa kasus ditemukan pelaku yang homo seksual atau seorang wanita. Dikutip dari soc.ucsb.edu mengatakan bahwa Mayoritas pelaku Necrophilia melakukan tindakan ini bukan berdasarkan nafsu seksual semata. Mereka biasanya melakukannya karena ada tekanan sosial, tekanan dari hukum yang berlaku atau simpelnya mereka menikmati saat-saat berfantasi tapi tidak memiliki gairah untuk melakukannya.

Pelaku biasanya tidak melakukan sebuah aksi pembunuhan untuk mendapat mayat yang dijadikan bahan fantasi mereka melainkan mereka memilih tubuh yang telah mati secara alami. Beberapa pelaku biasanya bekerja sebagai petugas kamar mayat atau badan forensik, jadi mereka memiliki akses yang mudah untuk mendapatkan mayat. Kadang kala pelaku menyewa pelacur untuk memakai make-up putih yang tebal sehingga tampak seperti seonggok mayat.

Bila anda merasa jijik dan menganggap hal ini sebagai perilaku yang menyeramkan maka bersyukurlah karena kenyataannya anda tidak sedang mengidap penyakit Necrophilia.

 

Oleh: Muhammad Hilmy

(vem/riz)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading