Sukses

Lifestyle

Selangkah Lagi Ubud Bali Bergelar Destinasi Gastronomi Pertama Dunia

Fimela.com, Jakarta Ubud yang terletak di Gianyar, Bali selangkah lagi ditetapkan sebagai destinasi gastronomi berstandar global oleh organisasi pariwisata dunia atau UN World Tourism Organization (UNWTO). Setelah melakukan inventarisasi aset dan atraksi gastronomi sejak 2017 oleh Kementerian Pariwisata dan diserahkan dalam sebuah laporan pada UNWTO, kini memasuki tahapan selanjutnya yaitu penilaian.

Penilaian oleh UNWTO akan dilakukan dengan proses kick off verifikasi dan analisis dengan berbagai metode. Di antaranya wawancara semua stakeholders gastronomi, food & beverages, produsen, hotel, restoran, chefs, inisiator food festival, pemerintah daerah, penyedia transportasi, akademisi, dan wisatawan lokal dan mancanegara.

Dan tahap ketiga atau terakhir adalah rekomendasi yang perlu diterapkan dan dilakukan oleh stakeholders. Dan akan dilakukan penilaian kedua yang dijadwalkan pada awal Agustus 2019.

Jika semua proses berhasil, maka Ubud dapat dinyatakan sebagai destinasi gastronomi prototype atau percontohan UNWTO sekaligus menjadi yang pertama di dunia. Sebab telah sesuai dengan gastronomy destination development guideline UNWTO.

“Diharapkan program ini akan selesai secepatnya dan Ubud menjadi prototype gastronomy holistik pertama di Indonesia dan dunia,” kata Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Vita Datau di Jakarta, Selasa (11/6).

 

Potensi Gastronomi Ubud yang Luar Biasa

Kemenpar melihat potensi besar Ubud dengan aset gastronomi luar biasa. Terutama dari keberagaman budaya dan bahan pangan lokal yang menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara.

“Program ini adalah satu dari strategi Pengembangan Wisata Kuliner Kemenpar yakni menaikkan popularitas destinasi kuliner yang lebih dikenal dunia sebagai destinasi gastronomi ke standar internasional,” lanjutnya.

Tim UNWTO yang diwakili oleh Aditya Amaranggana sebagai Project Specialist mengatakan pihaknya mengapresiasi Indonesia yang akhirnya berhasil terpilih sebagai destinasi prototype untuk Wisata Gastronomi.

 

Jalin Kerja Sama Sejak 2017

“Kami salut dengan kerja sama yang terjalin sejak 2017 hingga mencapai tahap ini. Tiga hal yang penting program ini bahwa satu fokus UNWTO 2019 adalah SDG’s, kedua program ini bisa membantu pencapaian SDG’s 2030 karena gastronomi adalah sebuah ekosistem hulu ke hilir yang menyentuh banyak point di SDG’s,” kata Aditya.

Selain itu, gastronomi mampu membuka lapangan kerja baru di industri FnB yang sedang booming di dunia. Terlenih Ubud Gianyar lolos sebagai destinasi gastronomi yang holistik serta memiliki nilai warisan budaya, kualitas lokal produk atau bahan makanan di mana industrinya berkembang, amenitas gastronomi mumpuni dan sustain (restaurants, warung, café, bar) yang mengangkat kearifan lokal.

“Maka melalui program ini akan memberikan kesempatan bagi Indonesia melalui Ubud Gianyar untuk menunjukan aset budaya gastronomi yang sangat luar biasa,” timpal Roberta Garibaldi, Lead Expert yang ditunjuk UNWTO.

#GrowFearless with FIMELA

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading