Sukses

Lifestyle

Disabilitas Bukan Halangan untuk Berprestasi Tanpa Batas

Fimela.com, Jakarta Penyandang disabilitas bukanlah orang-orang yang tidak mampu dengan segala keterbatasannya. Justru pada Hari Disabilitas Internasional yang diperingati setiap 3 Desember 2020, menjadi sebuah momentum yang membuka mata kita jika disabilitas bukanlah batasan untuk berprestasi.

Di Indonesia sendiri, Harry Hikmat yang merupakan Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial menyatakan jika jumlah penyandang disabilitas menurut survei dari BPS mencatat jika ada sekitar 10,65% populasi penduduk di Indonesia mengalami disabilitas. Angka ini setara dengan 8,6 juta orang.

Namun kini, Indonesia masih memiliki sejumlah tantangan untuk ciptakan lingkungan yang inklusif. Salah satunya dengan tidak memandang penyandang disabilitas dengan rasa kasihan, namun masyarakat Indonesia harus lebih memperhatikan penyandang disabilitas agar respect, penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak dasar penyandang disablitas. Keberadaan disablitas harus jadi bagian dalam harian, dengan keterbatasan yang ada agar mampu tetap bisa lakukan aktivitas seperti biasanya.

 

Mengawal program pemerintah

Bahkan kini, pemerintah juga memiliki wadah karya yang bisa diakses secara online melalui situs https://creativedisabilitiesgallery.com/ . Situs yang dibuat menyerupai galeri untuk melihat karya dan juga sekaligus bisa bertransaksi membeli karya mereka.

Sedangkan Angkie Yudistia selaku Staf Khusus Presiden juga menjelaskan sejumlah program pemerintah yang fokus bagi para penyandang disabilitas. Nantinya akan ada Komisi Disabilitas sebuah lembaga yang akan membuat dan mengaal rancangan program bagi kaum disabilitas. Program ini akan dipimpin oleh tujuh komisioner, dengan empat diantaranya penyandang disabilitas, dan tiga lainnya bukan penyandang.

2 sosok tangguh

Pada kesempatan ini, turut hadir Sabar Gorky, sang tunadaksa yang sukses mmembuktikan bahwa keterbatasannya bukan halangan baginya untuk mendaki puncak gunung tertinggi di dunia. Justru ia berhasil sampai di puncak dengan kondisi fisik yang berbeda.

Ia juga merasa tak ada kendala yang signifikan, justru keterbatasannya membuat ia kreatif dalam menciptakan peralatan mendaki spesial untuk mempermudah pendakiannya.

Cerita inspiratif lainnya datang dari Laura Aurelia Dinda yang awalnya seorang atlet normal, namun kecelakaan di usia remaja membuat dirinya mengalami keterbatasan fisik. Namun dengan tekad yang teguh ia terus berlatih sehingga menjadi atlet difabel dan terjun pertama kali di tahun 2016 pada ajang papernas.

"Aku dapat harapan baru, disediakan tempat berkompetisi," katanya dalam acara live streaming Percaya Diri, Berprestasi Tanpa Batas, Kamis (3/12/2020).

#ChangeMaker

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading