Sukses

Lifestyle

Jelang Akhir Tahun, Bali Siap Sambut Wisatawan dengan Menerapkan Protokol Kesehatan

Fimela.com, Jakarta Menerapkan protokol kesehatan di berbagai tempat kini sudah lumrah dilakukan untuk mencegah Covid-19. Begitu pun dengan sektor pariwisata, khususnya Bali yang sudah siap menyambut para wisatawan.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Putu Astawa, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama Pemerintah Provinsi Bali menyelenggarakan program 'We Love Bali' sebagai bentuk edukasi sekaligus kampanye peningkatan kualitas penerapan protokol kesehatan berbasis Cleanliness, Health, Safety and Environment (CHSE) bagi pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif serta masyarakat di Bali

“Bali sudah siap menyambut wisatawan dengan melakukan protokol kesehatan,” ujarnya dalam pembukaan program 3 We Love Bali.

Melansir Kemenparekraf, program 'We Love Bali' melibatkan pemangku kepentingan serta masyarakat di Bali untuk meninjau destinasi dan melihat langsung penerapan protokol kesehatan yang dijalankan pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif. Terdapat berbagai program perjalanan (famtrip) yang masing-masing akan berlangsung selama tiga hari dua malam ke berbagai destinasi di Bali selama periode Oktober hingga Desember 2020. 

Dalam famtrip program 3 trip ke-11, diadakan pada 6-8 Desember 2020, melihat langsung penerapan protokol kesehatan yang dijalankan pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif di Denpasar, Bongkasa Pertiwi, Taro dan Undisan. 

Destinasi yang dituju, seperti Bajra Sandi Denpasar, Sangeh Monkey Forest, Desa Wisata Undisan, Desa Wisata Penglipuran, Kintamani, Desa Wisata Taro, Air Terjun Tegenungan dan lainnya.

 “Tujuan dari program ini untuk mempromosikan Bali mempersiapkan protokol kesehatan, mempromosikan objek wisata Bali yang belum dikenal masyarakat, dan membaktikan perekomonian warga Bali,” ujar Putu. 

Membentuk awareness

We Love Bali, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kemenparekraf/Baparekraf, Rizki Handayani mengatakan program ini diharapkan dapat membentuk "safety awareness" yang perlahan tercipta dalam pola pikir pelaku usaha pariwisata di Bali dan wisatawan. 

Awareness untuk menjalankan protokol kesehatan yang penuh kedisiplinan sehingga dapat membangkitkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Khususnya di Bali sebagai destinasi wisata kelas dunia. 

Sehingga diharapkan industri pariwisata di Bali mulai bergerak dan semangat untuk kembali berkarya sekaligus memberikan edukasi dalam mengimplementasikan protokol kebiasaan baru bagi pelaku usaha pariwisata, masyarakat pengelola destinasi wisata, dan masyarakat umum yang mengikuti kegiatan tersebut," kata Rizki. 

Putu juga menyampaikan, jika Bali siap menyambut wisatawan di akhir tahun dengan memperketat protokol kesehatan. “Hotel bisa menanyakan rapid test, objek wisata juga dilengkapi tempat cuci tangan atau handsanitizer, jaga jarak, dan penggunaan masker,” ungkap Putu

#changemaker

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading