Sukses

Lifestyle

Penelitian Membuktikan, Hormon Memang Bisa Tingkatkan Risiko Selingkuh

Fimela.com, Jakarta Ada banyak alasan mengapa seorang pria selingkuh dari perempuan yang menjadi pasangannya. Entah karena ia sudah kehilangan cinta, masalah keuangan, beda pandangan hidup sehingga sering bertengkar, atau bahkan karena faktor kepribadian, gen, dan hormonal, terutama karena tidak puas dengan kehidupan seksualnya.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Hormones and Behavior menemukan bahwa kebutuhan biologis, secara spesifik hormon pria, memegang peran penting menentukan seberapa besar kemungkinan ia selingkuh dari pasangannya.

Kelebihan hormon ini memicu seseorang untuk selingkuh

Dijelaskan dalam penelitian tahun 2003 ini bahwa pria dengan kadar testosteron tinggi diketahui lebih tertarik untuk berhubungan seksual dengan perempuan yang bukan pasangannya. Dengan kata lain, pria dengan hormon testosteron tinggi cenderung suka selingkuh. Sedangkan pria dengan kadar testosteron rendah cenderung lebih bisa menjaga komitmen hubungan cinta.

Hal ini berlaku pula pada perempuan. Karena penelitian lain yang diterbitkan dalam jurnal Biology Letters tahun 2009 juga menemukan bahwa tingginya hormon estrogen pada perempuan juga bisa meningkatkan keinginan selingkuh pada perempuan.

Secara umum, memang bisa dibenarkan bahwa hormon memiliki andil dalam menentukan kecenderungan selingkuh pada seseorang. Namun bagaimana pun, selingkuh dalam bentuk apa pun tetap tak bisa dibenarkan, siapa pun yang melakukannya, baik perempuan maupun laki-laki.

Tidak ada perempuan mana pun yang menginginkan pasangannya selingkuh karena alasan apa pun, termasuk alasan biologis yang mengaitkan hormon ya Sahabat Fimela.

#ElevateWoman with Fimela

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading