Studi: Covid-19 Dapat Meninggalkan Efek Jangka Panjang pada Kesehatan Mental Anak

Anisha Saktian Putri18 Mei 2021, 15:00 WIB
Diperbarui 18 Mei 2021, 15:00 WIB
Kesehatan Mental Anak/Copyright shutterstock.com

Fimela.com, Jakarta Anak-anak sekitar usia dua tahun biasanya melalui periode emosi yang tidak terkendali. Namun, akibat pandemi Covid-19 anak-anak di atas usia dua tahun masih mengalami emosi yang tak terkendali.

Covid-19 membuat tekanan emosional yang harus dilalui anak-anak. Hal ini dapat menyebabkan masalah kesehatan mental yang serius dan berbahaya untuk jangka panjang.

Melansir, wionews.com, penelitian dilakukan oleh para ahli di University of Bristol, menemukan anak-anak usia delapan tahun telah menunjukkan perilaku emosional yang biasa dikaitkan dengan "terrible twos".

Terrible Twos ditandai ketika memasuki usia 2 tahun, yaitu masa yang sering disebut fase terrible two, anak masih bersifat egosentris dan merasa semua hal berpusat pada dirinya. Ia belum mampu melihat dari sudut pandang orang lain dan menyayangi orang lain sebagaimana ia sayang pada dirinya sendiri.

Dalam penelitian ini, para ahli mengumpulkan dan membandingkan data dari waktu sebelum krisis Covid-19 dan saat pandemi ini terjadi.

Rebecca Pearson, seorang dosen senior dalam epidemiologi psikiatrik di University of Bristol menjelaskan masalah emosional biasanya memuncak sekitar usia dua tahun dan kemudian menurun seiring bertambahnya usia. Namun, selama masa pandemi anak-anak berusia lebih tua memiliki tingkat kesulitan emosional yang jauh lebih tinggi daripada yang diharapkan pada usia mereka. Yang akan memengaruhi kesehatan mental secara jangka panjang anak-anak.

"Temuan kami menunjukkan bahwa anak-anak sekolah dasar mungkin mengalami kesulitan emosional pada tingkat yang diperkirakan selama "terrible twos". Ini dapat mencerminkan keterlambatan perkembangan emosional, jika dibiarkan akan memiliki konsekuensi jangka panjang untuk kesehatan mental anak," ujarnya.

Banyak orangtua melaporkan kasus-kasus di mana anak remaja mereka kembali berprilaku seperti anak kecil saat lockdown seperti menginjak kaki, berteriak, tidak menyikat gigi atau tidak berpakaian, dan tidak ingin keluar dari rumah.

Mengajarkan anak kesehatan mental

anak dan orangtua
Ilustrasi/copyright shutterstock/polkadot_photo

Untuk mengindari masalah kesehatan mental yang terjadi akibat Covid-19, orangtua bisa menanamkan kebiasaan perawatan diri pada anak-anak di usia muda.Kebiasaan perawatan diri yang sederhana dapat dimulai pada usia berapa pun.

Kita semua tahu, bagaimanapun, bahwa menyediakan waktu untuk merawat tubuh dan pikiran kita adalah komponen penting untuk menjalani hidup yang sehat dan bahagia. Bisa dimulai dengan hal sederhana seperti mencuci tangan dan menyiapkan makanan.

Lalu ajak anak untuk mengembangkan pikiran dengan permaianan edukasi, ajak olahraga, serta prioritasan istirahat.

Istirahat bermanfaat bagi semua orang. Rutinitas yang mencakup waktu tenang dan menyendiri, meskipun hanya beberapa menit.

 

 

#elevate women

Lanjutkan Membaca ↓
PLAYLIST VIDEO 30 JULI 2021