Cara Memelihara Kesehatan Mental Anak Kos Selama Pandemi COVID-19

Vinsensia Dianawanti20 Mei 2021, 10:00 WIB
Diperbarui 20 Mei 2021, 10:00 WIB
Cara Memelihara Kesehatan Mental Anak Kos Selama Pandemi COVID-19

Fimela.com, Jakarta Kondisi Pandemi COVID-19 yang masih terus terjadi ternyata memiliki pengaruh terhadap kesehatan mental seseorang. Menurut survei yang dibuat WHO terhadap 10 negara menunjukkan adanya peningkatan akses terhadap layanan kesehatan mental.

WHO juga menyebut ada sejumlah faktor yang menyebabkan timbulnya gangguan kesehatan mental. Mulai dari rasa kepedihan, isolasi, hingga kehilangan pendapatan dan ketakutan yang muncul akibat pandemi COVID-19. Hal ini juga terjadi pada anak kos atau anak rantau yang tidak bisa pulang ke kampung halaman.

Selama berbulan-bulan, sejumlah anak kos harus tetap berada di kamar sewaannya agar terhindar dari penularan COVID-19. Padahal menurut psikolog klinis Tara de Thouars berada di ruang yang terbatas meningkatkan gangguan kesehatan mental.

"Berbagai aktivitas lebih banyak dilakukan dari rumah, mulai dari bekerja, belajar, beribadah, dan sebagainya. Hal ini tentu saja akan berpengaruh pada kesehatan mental, karena pada dasarnya manusia merupakan makhluk sosial yang membutuhkan interaksi. Kebiasaan baru yang tiba-tiba harus dijalani tentu sedikit banyak akan berpengaruh pada kesehatan mental. Namun, risiko itu dapat diminimalisir dengan menciptakan suasana yang menyenangkan di hunian," ungkap Tara de Thouars.

 

Interaksi antar penghuni

Anak kos yang tidak bisa pulang ke kampung halaman akibat pandemi COVID-19, perlu trik khusus untuk dapat memelihara kesehatan mental
Cara Memelihara Kesehatan Mental Anak Kos Selama Pandemi COVID-19 (Foto: instagram/rukita_indo)

Memahami akan situasi tidak mudah yang dihadapi anak kos, membuat Rukita menghadirkan kampanye "Senyaman di Rumah" untuk menciptakan pengalaman tinggal yang lebih menyenangkan. Sehingga setiap penghuni tetap nyaman dan sehat, baik secara fisik maupun mental.

Untuk menciptakan suasana yang menyenangkan dan interaksi yang tetap hidup selama pandemi, Rukita mengelola komunitas para penghuni yang disebut Rukees dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Salah satunya dengan mengadakan kegiatan daring secara rutin agar para penghuni tidak merasa kesepian karena memiliki komunitas yang menjadi keluarga keduanya.

Aktivitas seperti olahraga dan kompetisi game online juga dilakukan untuk mengisi waktu luang para penghuni. Taim Community Associate yang bertugas di lapangan pun memiliki peranan yang tak kalah penting dalam menciptakan pengalaman tinggal senyaman di rumah. Mereka menunjukkan kepeduliannya kepada para penghuni melalui sentuhan personal yang sederhana namun bermakna.

 

Fasilitas lengkap

Penyediaan ruang untuk bekerja dan menghadirkan fasilitas pendukung dengan desain menarik juga menjadi cara Rukita membantu penghuninya menciptakan suasana yang nyaman. Sehingga aktivitas WFH akan menjadi lebh efektif dan menyenangkan.

Rukita segera beradaptasi untuk menciptakan hunian ideal yang aman dan nyaman bagi para penghuni agar dapat mendukung aktivitas WFH. Salah satu inisiatif terbaru kami adalah dengan meluncurkan fitur WFH ready, di mana sebuah kamar memiliki fasilitas pendukung WFH yang layak, seperti koneksi internet berkecepatan tinggi, meja dan kursi kerja yang nyaman, lampu meja dengan penerangan yang memadai, rak untuk meletakkan peralatan kantor, hingga mesh board dekoratif yang membuat meja kerja lebih menarik dan tidak monoton.

Kamar dengan fitur WFH ready juga dilengkapi dengan berbagai peralatan pendukung lainnya, termasuk kabel ekstensi, kantung laundry, serta pernak-pernik seperti bantal dekoratif, lukisan, dan sebagainya.

Simak video berikut ini

#Elevate Women

Lanjutkan Membaca ↓
PLAYLIST VIDEO 30 JULI 2021