5 Alasan Perempuan Sulung Bisa Sangat Mahir Menyembunyikan Kesedihan

Endah Wijayanti10 Jul 2021, 13:55 WIB
Diperbarui 10 Jul 2021, 13:55 WIB
direndahkan

Fimela.com, Jakarta Membahas kehidupan perempuan sulung rasanya tak pernah ada habisnya. Banyak sekali aspek kehidupannya yang menarik untuk dibahas. Pastinya tiap perempuan sulung punya latar belakang kehidupan dan pengalaman yang berbeda-beda. Namun, satu hal yang sering dialami oleh perempuan sulung adalah kemampuannya dalam menyembunyikan kesedihan.

Seorang perempuan sulung bisa sangat mahir menyembunyikan kesedihannya. Memang tidak semua perempuan sulung memiliki "kemahiran" ini. Akan tetapi, kali ini kita akan mencoba mengupas beberapa alasan yang membuat seorang perempuan sulung sering memilih untuk menyembunyikan kesedihan hanya untuk dirinya sendiri.

1. Tidak Terbiasa Menyusahkan Orang Lain

Sejak kecil, di antara kita sudah ada yang memahami betapa pentingnya hidup mandiri. Sebagai contoh, ketika orangtua kita sibuk mengurus adik-adik, kita pun dihadapkan pada situasi untuk melakukan banyak hal tanpa menyusahkan orangtua. Kebiasaan ini pun bisa terbawa hingga dewasa. Termasuk ketika kita mengalami kesedihan. Kita memilih menyembunyikan rasa sedih karena tak ingin membuat orang lain ikut sedih karena kesedihan yang kita rasakan.

2. Melihat Orang Lain Ikut Sedih Itu Lebih Menyakitkan

Satu situasi yang paling tidak membuat kita nyaman adalah melihat orang lain sedih. Bila kita memperlihatkan kesedihan kita pada orang lain, lalu orang tersebut ikut sedih, itu akan membuat kita makin sedih. Rasanya lebih menyakitkan. Daripada melihat orang lain ikut sedih karena kesedihan yang kita rasa, kita memilih untuk mencoba menahannya seorang diri.

 

3. Terlalu Keras Kepala

perempuan dan rasa rendah diri
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/PRImageFactory

Seorang perempuan sulung bisa cukup keras kepala. Dalam arti, kadang seorang perempuan sulung merasa bisa mengatasi masalahnya seorang diri padahal yang dia butuhkan adalah bantuan orang lain. Sikap yang terlalu keras kepala ini pun bisa membuatnya untuk lebih memilih pura-pura bahagia daripada menunjukkan kesedihan. Di balik senyumannya, kadang ada hati yang sedang porak-poranda, dan itu ia sembunyikan sendiri.

4. Kesulitan Mempercayai Orang Lain

Bagi yang terlahir sebagai perempuan sulung yang ditempa dengan kehidupan yang keras sejak kecil, ada semacam pemahaman yang terbentuk dalam diri bahwa satu-satunya orang yang bisa menolongnya adalah dirinya sendiri. Ini memang bukan sesuatu yang baik atau hal yang perlu dibanggakan. Kadang karena sulit mempercayai orang lain, kita pun sulit untuk berbagi perasaan, termasuk perasaan kita saat kita diliputi kesedihan. Kita sulit percaya orang lain akan mengerti atau memahami kesedihan orang lain, sehingga kita memilih untuk menyimpan sendiri kesedihan yang ada.

5. Tak Terbiasa Memperlihatkan Kerapuhannya

Di kehidupan perempuan sulung yang sering dituntut serba bisa dan harus kuat di segala sesuatu, memperlihatkan kerapuhan menjadi hal yang tak biasa dilakukan. Saat sedih dan merasa rapuh, seorang perempuan sulung bisa memilih untuk memendamnya seorang diri. Baginya, memperlihatkan kerapuhan hanya akan memperburuk situasi yang ada.

Tak ada salahnya bagi kita sebagai perempuan sulung untuk jujur pada orang-orang terdekat kita saat kita sedang bersedih. Walau mungkin kita tak terbiasa berbagi kesedihan, tapi kadang kita perlu mempercayai orang lain untuk membantu kita meredakan kesedihan kita. Tak setiap waktu kita mampu tersenyum di balik luka. Tak setiap saat kita bisa cukup kuat menahan segala sesuatunya seorang diri.

Tak apa bersedih. Boleh saja menangis. Perempuan sulung meski sering dituntut untuk senantiasa kuat dan tegar, tetap punya hak untuk merasa sedih dan mengeluarkan air mata.

#ElevateWomen

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela