5 Gangguan Kesehatan Mental yang Masih Kurang Dikenali

Annissa Wulan14 Jul 2021, 10:30 WIB
Diperbarui 14 Jul 2021, 10:30 WIB
5 Gangguan Kesehatan Mental yang Masih Kurang Dikenali

Fimela.com, Jakarta Kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan mental telah meningkat pesat dalam beberapa dekade terakhir, di seluruh dunia. Banyak pakar telah memperjelas bahwa kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik.

Menurut WHO, kurang dari setengah dari mereka yang memenuhi kriteria diagnostik gangguan kesehatan mental diidentifikasi oleh dokter. Masalahnya adalah sumber daya tidak dialokasikan dengan benar dan kondisi tidak ditangan, seringkali menciptakan masalah yang lebih besar di masa mendatang.

Dilansir dari huffpost.com, berikut ini adalah beberapa gangguan kesehatan mental yang kurang dikenali, namun harus diwaspadai. Apa saja?

1. Depresi

Depresi mungkin salah satu gangguan kesehatan mental yang paling umum, memengaruhi sekitar 264 juta orang di seluruh dunia, tapi para ahli masih memperingatkan itu kurang dikenali dan diatasi. WHO menyatakan bahwa hingga 85% orang di negara berpenghasilan menengah dan rendah tidak mendapatkan pengobatan untuk depresi.

Di negara-negara dengan semua tingkat pendapatan, orang yang mengalami depresi seringkali tidak didiagnosis dengan benar dan orang lain yang tidak memiliki gangguan tersebut terlalu sering salah didiagnosis dan diresepkan antidepresan. Tantangannya adalah depresi bisa sangat bervariasi dari orang ke orang, bisa ringan, parah, atau apapun di antaranya.

2. Gangguan bipolar

Gangguan bipolar juga dinyatakan kurang terdiagnosis, tapi penelitian terbaru menunjukkan situasi mungkin lebih kompleks. Gangguan bipolar juga bisa didiagnosis secara berlebihan atau salah diagnosis.

Gangguan bipolar umumnya ditandai dengan perubahan signifikan dalam suasana hati, energi, dan tingkat aktivitas orang, yang semuanya cukup serius, sehingga mengganggu fungsi sehari-hari. Beberapa gejala gangguan bipolar mirip dengan gangguan kesehatan mental lain, yang menyulitkan untuk membuat diagnosis yang tepat.

 

3. PTSD

Efektif Meringankan Stres dan Depresi
Ilustrasi Depresi Credit: pexels.com/EnginA

Para ahli terkadang menyebutnya sebagai gangguan stres pasca trauma. Ini merupakan respon fisik dan emosional yang intens terhadap pikiran dan pengingat peristiwa traumatis yang berlangsung selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan setelahnya.

4. Gangguan makan

Stereotipe tentang siapa yang mengembangkan gangguan makan dapat berkontribusi pada perbedaan dalam diagnosis dan pengobatan. Gangguan makan sering terlewatkan karena kurangnya kesadaran akan gejala dan serangan berbahayanya.

 

5. Gangguan kepribadian ambang

Ilustrasi stres
Ilustrasi stres. Sumber foto: unsplash.com/Gabriel Matula.

Ini adalah gangguan kesehatan mental yang serius, yang ditandai dengan pola berkelanjutan dari berbagai suasana hati, citra diri, dan perilaku yang menyebabkan kesulitan yang signifikan dalam fungsi sehari-hari. Ini adalah salah satu gangguan kesehatan mental yang paling sering salah didiagnosis.

Salah satu alasannya adalah karena gejalanya sering terlihat seperti sesuatu yang lain, termasuk depresi, kecemasan, bahkan gangguan bipolar. Jangan takut untuk segera mencari bantuan begitu kamu merasa ada yang tidak beres dengan kondisi kesehatan mental.

#Elevate Women

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela