80 Kata-Kata Mutiara Bahasa Jawa yang Bijak dan Menginspirasi

Kezia Prasetya Christvidya19 Jul 2021, 08:00 WIB
Diperbarui 02 Agu 2021, 15:50 WIB
jawa-kezo

Fimela.com, Jakarta Bahasa Jawa adalah bahasa yang unik dan menarik untuk dipelajari. Dalam Bahasa Jawa dikenal dengan adanya beberapa tingkatan bahasa, yang digunakan sesuai dengan lawan bicara. Tingkatan bahasa Jawa yaitu ngoko (kasar), madya (biasa) dan krama (halus).

Bahasa Jawa juga sering dijadikan sebagai kata-kata mutiara yang bijak, karena berisi petuah dan nasihat penuh makna, sebagai penyemangat dan pengingat dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Kata-kata mutiara Bahasa Jawa pun sampai sekarang masih sering kita gunakan, serta bisa dijadikan sebagai pedoman hidup. Berikut kata-kata mutiara bahasa jawa, yang dilansir dari Liputan6.com:

Kata-Kata Mutiara Bahasa Jawa yang Bijak

jawa-kezo
ilustrasi kata-kata bahasa jawa/Sukmo/shutterstock

1. "Sabar iku lire momot kuat nandhang sakening coba lan pandhadharaning urip."

(Sabar itu merupakan sebuah kemampuan untuk menahan segala macam godaan dalam hidup)

2. "Urip iku koyo kopi, yen ndak iso nikmati rasane panggah pait."

(Hidup itu bagaikan secangkir kopi, jika kalian tidak bisa menikmatinya yang dirasa hanyalah pait)

3. "Aja milik barang kang melok."

(Jangan tergiur barang yang berkilau)

4. "Manungsa mung ngunduh wohing pakarti."

(Kehidupan manusia baik dan buruk adalah akibat dari perbuatan manusia itu sendiri)

5. "Cekelana impenanmu, amarga yen impen mati, urip iku kaya manuk sing swiwine rusak, mula ora bisa mabur."

(Berpegang teguh pada mimpi, karena jika mimpi mati, hidup adalah burung bersayap yang rusak, itu tidak bisa terbang)

6. "Urip iku terus mlaku, bebarengan karo wektu, sing bisa gawa lakumu, supaya apik nasibmu."

(Hidup itu terus berjalan, bersamaan dengan waktu, yang bisa membawa tingkah lakumu, biar nasibmu baik)

7. "Aja dadi uwong sing rumangsa bisa lan rumangsa pinter. Nanging dadiya uwong sing bisa lan pinter rumangsa."

(Jangan jadi orang yang merasa bisa dan merasa pintar, tetapi jadilah orang yang bisa dan pintar merasa)

8."Nek wes onok sukurono, nek durung teko entenono, nek wes lungo lalekno, nek ilang iklasno."

(Kalau sudah punya itu disyukuri, kalau belum datang ya dinanti, kalau sudah ditinggal pergi lupakan, kalau hilang ikhlaskan)

9. "Sak apik-apike wong yen awehi pitulung kanthi cara dedemita."

(Sebaik-baiknya orang adalah yang memberi pertolongan secara sembunyi-sembunyi)

10. “Aja mbedakake marang sapadha-padha."

(Hargai perbedaan, jangan membeda-bedakan sesama manusia)

11. "Sabar iku ingaran mustikaning laku."

(Bertingkah laku dengan mengedepankan kesabaran itu ibaratkan sebuah hal yang sangat indah dalam sebuah kehidupan)

12. "Wong sabar rejekine jembar, ngalah urip luwih berkah."

(Orang sabar rezekinya luas, mengalah hidup lebih berkah)

13. "Sepi ing pamrih, rame ing gawe, banter tan mblancangi, dhuwur tan nungkuli."

(Bekerja keras dan bersemangat tanpa pamrih, cepat tanpa harus mendahului, tinggi tanpa harus melebihi)

14. "Ngeluruk tanpa bala, menang tanpa ngasorake, sekti tanpa aji-aji, sugih tanpa bhanda."

(Berjuang tanpa membawa massa, menang tanpa merendahkan, berwibawa tanpa mengandalkan kekuasaan, kaya tanpa didasari harta)

15. "Nek wes niat kerjo iku ojo golek perkoro, nek wes diniati golek rejeki iku ora usah golek rai."

(Kalau sudah niat bekerja itu jangan cari perkara, kalau sudah diniati cari rezeki itu tidak usah cari muka)

16. "Obat pahit ae marakke mari, mosok koe sing manis marakke loro."

(Obat yang pahit saja bisa bikin sembuh, masak kamu yang manis bikin sakit.)

17. "Berakit-rakit kehulu berenang-renang ke tepian, mantan wes neng penghulu aku iseh kesepian."

(Berakit-rakit kehulu berenang-renang ke tepian, mantan sudah di penghulu aku masih kesepian.)

18. "Tresno iku kadang koyo criping telo. Iso ajur nek ora ngati-ati le nggowo."

(Cinta terkadang seperti keripik singkong, bisa hancur jika tidak hati-hati dibawa.)

19. "Aku tanpamu bagaikan sego kucing ilang karete. Ambyar."

(Aku tanpamu bagai nasi kucing hilang karetnya, hancur.)

20. "Wes kadung ngomong sayang jebule wes nduwe gandengan, wes kadung tak sawang malah ninggal kenangan."

(Sudah terlanjur menyatakan sayang, ternyata sudah punya gandengan, sudah terlanjur dipandang malah meninnggalkan kenangan.)

Kata-Kata Mutiara Bahasa Jawa yang Menginspirasi

jawa-kezo
ilustrasi kata bahasa jawa/Ibenk_88/shutterstock

21. "Cintaku nang awakmu iku koyok kamera, fokus nang awakmu tok liyane ngeblur."

(Cintaku padamu seperti kamera, fokus di kamu saja, yang lain blur.)

22. "Uwong duwe pacar iku kudu sabar ambek pasangane. Opo maneh seng gak duwe.

(Orang yang punya pacar itu haruslah sabar dengan pasangan yang dimiikinya. Apa lagi yang nggak punya.)

23. "Ben akhire ora kecewa, dewe kudu ngerti kapan wektune berharap lan kapan wektune kudu mandeg."

(Agar akhirnya tidak kecewa, kita harus mengerti kapan waktunya berharap dan kapan waktunya harus berhenti.)

24. "Arek lanang kuoso milih, arek wedok kuoso nolak."

(Anak laki laki bebas memilih, anak perempuan bebas menolak.)

25. "Akeh cara dienggo bahagia, salah sijine ngeculke uwong sing nyia-nyiake kowe."

(Banyak cara untuk bahagia, salah satunya melepaskan orang yang menyia-nyiakan kamu.)

26. " Tresna kanggo manungsa mung amerga katresnane marang Gusti Allah sing Nyiptaaken manungsa"

(Cinta kepada seorang manusia hanya dikarenan kecintaan kepada Allah Tuhan Semesta Alam yang telah menciptakan manusia.)

27. “Nek koe tenanan tresno, Ojo koe nggawe eluh banyu motone, Ojo nyakiti atine, Ojo nggawe atine loro”

(Jika kamu benar-benar cinta padanya, Jangan hiasi matanya dengan air mata, telinganya dengan dusta, hatinya dengan luka)

28. “Mbangun kromo ingkang satuhu, boten cekap bilih ngagem sepisan roso katresnan. Hananging butuh pirang pirang katresnan lumeber ning pasangan uripmu siji kui,”

(Pernikahan yang sukses tidak membutuhkan sekali jatuh cinta, tetapi berkali kali jatuh cinta pada orang yang sama.)

29. "Akeh manungsa ngrasakake tresna, tapi lali lan ora kenal opo iku hakikate tresno."

(Banyak orang merakan cinta, tapi lupa dan tidak kenal apa itu hakikat cinta.)

30. "Aku ra njaluk luweh, aku nggur njalok ojo lungo nek ati."

(Aku nggak minta banyak, aku hanya minta jangan pergi dari hati.)

31. “Ana dina, ana upa.”

(Tiap perjuangan selalu ada hasil yang nyata.)

32. “Adhang-adhang tetese embun”

(Berharap sesuatu dengan hasil apa adanya. Seperti berharap pada tetes embun.)

33. “Gliyak-gliyak tumindak, sareh pakoleh”

(Upaya yang dilakukan perlahan, tapi akhirnya tujuannya akan tercapai.)

34. “Kena iwake aja nganti buthek banyune”

(Berusahalah mencapai tujuan tanpa menimbulkan kerusakan)

35. “Sepi ing pamrih, rame ing gawe”

(Melakukan pekerjaan tanpa pamrih.)

36. “Sluman slumun slamet”

(Biarpun kurang hati-hati tapi masih diberi keselamatan.)

37. “Ngundhuh wohing pakerti.”

(Apa pun yang kita lakukan akan membuahkan hasil yang sepadan.)

38. “Mikul dhuwur mendhem jero”

(Seorang anak yang menjunjung tinggi derajat orang tua.)

39. “Sabar sareh mesthi bakal pikoleh”

(Pekerjaan apapun jangan dilakukan dengan tergesa-gesa agar berhasil.)

40. “Rukun agawe santosa, crah agawe bubrah”

(Hidup rukun pasti akan hidup sentosa, sebaliknya jika selalu bertikai pasti akan bercerai.)

Kata-Kata Mutiara Bahasa Jawa Penyemangat hidup

jawa-kezo
ilustrasi kata-kata jawa/Odua Images/shutterstock

41. “Dhemit ora ndulit, setan ora doyan”

(Berupa doa dan harapan agar selalu diberi keselamatan, tidak ada suatu halangan dan rintangan.)

42. “Tuna sathak bathi sanak”

(Merugi harta tapi mendapatkan sahabat.)

43. “Nabok nyilih tangan.”

(Menggambarkan orang yang tidak berani menghadapi musuhnya dan meminta bantuan orang lain diam-diam.)

44. “Becik ketitik, ala ketara.”

(Perbuatan baik akan selalu dikenali, dan perbuatan buruk nantinya juga akan diketahui juga.)

45. “Adigang, adigung, adiguna”

(Mengandalkan kekuatan, kekuasaan dan kepintarannya.)

46. "Gusti iku cedhak tanpa senggolan, adoh tanpa wangenan."

(Tuhan itu dekat meski tubuh kita tidak dapat menyentuhnya, jauh tiada batasan)

47. "Mohon, mangesthi, mangastuti, marem."

(Selalu meminta petunjuk Tuhan untuk meyelaraskan antara ucapan dan perbuatan agar dapat berguna bagi sesama)

48. "Ala lan becik iku gegandhengan, Kabeh kuwi saka kersaning Pangeran."

(Kebaikan dan kejahatan ada bersama-sama, itu semua adalah kehendak Tuhan)

49. "Golek sampurnaning urip lahir batin lan golek kusumpurnaning pati."

(Kita bertanggung jawab untuk mencari kesejahteraan hidup di dunia dan akhirat)

50. "Urip kang utama, mateni kang sempurna."

(Selama hidup kita melakukan perbuatan baik maka kita akan menemukan kebahagiaan di kehidupan selanjutnya)

51. "Tresna kanggo manungsa mung amerga katresnane marang Gusti Allah sing Nyipta'aken manungsa!"

(Cinta kepada seorang manusia hanya dikarenakan kecintaan kepada Allah Tuhan Semesta Alam yang telah menciptakan manusia)

52. "Gusti Allah paring pitedah bisa lewat bungah, bisa lewat susah."

(Allah memberikan petunjuk bisa melalui bahagia, bisa melalui derita)

53. "Gusti paring dalan kanggo uwong sing gelam ndalan."

(Tuhan memberi jalan untuk manusia yang mau mengikuti jalan kebenaran)

54. "Natas, nitis, netes."

(Dari Tuhan kita ada, bersama Tuhan kita hidup, dan bersatu dengan Tuhan kita kembali)

55. "Kawula mung saderma, mobah-mosik kersaning hyang sukmo."

(Lakukan yang kita bisa, setelahnya serahkan kepada Tuhan)

56. "Ngapusi kui hakmu. Kewajibanku mung etok-etok ora ngerti yen mbok apusi."

(Berbohong itu hakmu. Kewajibanku hanya pura-pura tidak tahu kalau kamu berbohong)

57. "Witing tresno jalaran soko kulino. Witing mulyo jalaran wani rekoso."

(Bahwa cinta itu tumbuh lantaran ada kebiasaan, kemakmuran itu timbul karena berani bersusah dahulu)

58. "Manungsa mung ngunduh wohing pakarti."

(Kehidupan manusia baik dan buruk adalah akibat dari perbuatan manusia itu sendiri)

59. "Urip iku terus mlaku, bebarengan karo wektu, sing bisa gawa lakumu, supaya apik nasibmu."

(Hidup itu terus berjalan, bersamaan dengan waktu, yang bisa membawa tingkah lakumu, biar nasibmu baik)

60. "Aja dadi uwong sing rumangsa bisa lan rumangsa pinter. Nanging dadiya uwong sing bisa lan pinter rumangsa."

(Jangan jadi orang yang merasa bisa dan merasa pintar, tetapi jadilah orang yang bisa dan pintar merasa)

61. “Pengenku, Aku iso muter wektu. Supoyo aku iso nemokne kowe lewih gasik. Ben Lewih dowo wektuku kanggo urip bareng sliramu,”

(Aku berharap, aku bisa memutar waktu kembali. Di mana aku bisa lebih awal menemukan dan mencintaimu lebih lama.)

62. “Aku ora pernah ngerti opo kui tresno, kajaba sak bare ketemu karo sliramu,”

(Aku tidak pernah tau cinta itu apa, kecuali setelah bertemu denganmu.)

63. "Koe kuwi koyo bintang, sing indah didelok tapi susah untuk digapai”

(Kamu itu seperti bintang, yang indah dilihat tapi susah untuk digapai.)

64.  “Cinta dudu perkoro sepiro kerepe kowe ngucapke, tapi sepiro akehe seng mbok buktike”

(Cinta bukan perkara seberapa sering kamu mengucapkannya, tapi seberapa banyak kamu membuktikannya.)

65. "Tresno iku mergo ati, ora bakal owah tekane mati."

(Cinta ini datang dari hati, tak bakal berubah sampai mati.)

 

Kata-Kata Mutiara Bahasa Jawa yang Romantis dan Menyentuh Kalbu

Kata-Kata Mutiara Bahasa Jawa yang Romantis dan Menyentuh Kalbu
Ilustrasi Surat Cinta Credit: pexels.com/Stevi

66. "Angger aku nyawang sliramu, rasane kabeh macem roso bungah ning alam dunyo mandeg ono ing ngarep netraku”

(Ketika aku melihatmu, aku melihat semuanya ujung kebahagiaan dunia ini telah berhenti sekejap di mataku.)

67. "Padahal de’e mek konco, tapi angger de’e cedak karo wong liyo. Rasane cemburu."

(Padahal dia hanya berteman, tapi setiap kali dekat dengan orang lain. Rasanya cemburu.)

68. “Kowe lungo nggowo kenangan, kowe teko maneh nggowo undangan”

(Kamu pergi membawa kenangan, kamu dating lagi membawa sebuah undangan.)

69. "Iso nembang gak iso nyuling, iso nyawang gak iso nyanding"

(bisa bersyair tidak bisa bermain seruling, bisa melihat tidak bisa mendampingi)

70. “Janji tresnomu gede, Nyatane saiki mbok tinggalne.”

(Janji cintamu besar, kenyataannya sekarang kamu tinggalkan.)

71. "Aku ora malam mingguan, sandalku pedot."

(Aku nggak malam mingguan, sandalku putus.)

72. "Gusti yen arek iku jodohku tulung dicidakaken, yen mboten joduhku tulung dijodohaken."

(Tuhan jika dia adalah jodohku tolong didekatkan, dan jika bukan tolong dijodohkan.)

73. "Jenenge urip kui mesti akeh cobaan, yen akeh saweran kui jenenge dangdutan."

(Namanya hidup itu pasti banyak cobaan, kalau banyak saweran namanya dangdutan.)

74. "Saat dewe podo–podo adoh, siji sing kudu koe ngerti, bakal tak jogo tresno iki sampe matek."

(Saat jarak memisahkan kita, satu hal yang harus kamu tahu, aku akan menjaga cinta ini sampai mati.)

75. “Ra kepetuk sak wetoro rasane pengen weruh sliramu,”

(Tidak bertemu sebentar saja rasanya ingin melihat kamu.)

76. "Merdeka iku yen Soekarno mbe Hatta baris rapi ning njero dompet. Yen sing baris Pattimura, berarti isih perjuangan."

(Merdeka itu kalau Soekarno dan Hatta baris rapi di dalam dompet. Kalau yang baris Pattimura, berarti masih perjuangan)

77. "Dadi koe ngiri karo aku? Yo wis aku ngalah, aku tak nganan."

(Jadi kamu iri sama aku? Ya sudah aku ngalah, aku ke kanan)

78. "Sorry, wonge sek fitnes, awake fit atine ngenes."

(Sorry, orangnya lagi fitnes, badannya fit hatinya merana)

79. "Berakit-rakit kehulu berenang-renang ke tepian,mantan wes neng penghulu aku iseh kesepian."

(Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian, mantan sudah di penghulu aku masih kesepian)

80. "Tresno iku mergo ati, ora bakal owah tekane mati."

(Cinta ini datang dari hati, tak bakal berubah sampai mati)

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela