Begini Proses Kiswah Kabah Diganti untuk Memperingati Idul Adha

Anisha Saktian Putri20 Jul 2021, 16:00 WIB
Diperbarui 20 Jul 2021, 16:00 WIB
Kiswah Kabah Diganti untuk Memperingati Idul Adha/dok. Unsplash Haidan

Fimela.com, Jakarta Kain Kiswah atau penutup Ka'bah berwarna hitam di Masjidil Haram mulai dilakukan pergantian untuk memperingati Hari Arafah dan awal Idul Adha.

Hal tersebut disampaikan pejabat Saudi, melansir Saudi Press Agency (SPA). Proses perubahan Kiswah terjadi setiap tahun pada hari kedua Idul Adha di bawah pengawasan Presiden Masjidil Haram.

Kiswah tersebut berfungsi menutupi Ka'bah, bangunan berbentuk kubus yang diyakini umat Islam pada awalnya dibangun oleh Nabi Ibrahim dan putranya Ismail, di pusat Masjidil Haram Mekah. Umat Islam menghadap kiblat atau arah Ka'bah, yang dianggap sebagai "rumah Tuhan", ketika melakukan shalat di seluruh dunia.

Setiap tahun, penjaga pintu Ka'bah melaksanakan tugas mengganti kain hitam yang menutupi bangunan suci.

Wakil Kepala Kepresidenan Umum Urusan Masjidil Haram Dr Saad bin Mohammad al-Mohaimeed mengatakan, dalam sebuah pernyataan, bahwa kain Ka'bah terbuat dari 670 kilogram sutra berkualitas tinggi, 120 kilogram benang emas, dan 100 kilogram perak. kain Kiswah Ka'bah yang beratnya mencapai 1.150 kilogram itu dibawa dari tempat khusus di Kompleks Malik Abdul Aziz untuk Pembuatan Kiswah Kabah Suci dengan menggunakan truk.

Kiswah terdiri atas 47 potong kain, masing-masing panjangnya 14 meter dan lebarnya 95 sentimeter. Kiswah dibuat dari bahan sutra asli berwarna hitam. Di bagian atas terdapat sabuk yang ditulisi lafaz Syahadat dan ayat-ayat Alquran serta setiap kaligrafi dua bingkai ornamen Islam.

Baik tulisan ayat maupun ornamen dibentuk dengan sulaman tangan timbul menggunakan benang emas dan perak.

200 pengrajin dikerahkan

Kiswah Kabah Diganti untuk Memperingati Idul Adha/dok. Saudi Press Agency (SPA)
Kiswah Kabah Diganti untuk Memperingati Idul Adha/dok. Saudi Press Agency (SPA)

Melansir alarabiya.net, tahun ini, sekitar 200 pengrajin Saudi terlibat dalam memproduksi tirai hitam di Kompleks Raja Abdulaziz untuk Kiswah Ka'bah Suci, kata al-Mohaimeed.

Petugas membongkar Kiswah lama dan memasang Kiswah baru, lalu memasangnya di sudut-sudut dan permukaan Ka'bah. Sementara untuk menaikkan kiswah hingga menutupi setiap sudut Ka'bah, menggunakan crane khusus yang memang disiapkan untuk pemeliharaan Ka'bah.

Pergantian Kiswah diawali dengan menaikkan kain Kiswah baru di setiap sudutnya dengan tali, lalu secara perlahan kain Kiswah yang lama mulai diturunkan. Agar setiap sudutnya tertutup rapi, para petugas dengan terampil menutup setiap sudutnya dengan ikatan dan menjahit beberapa bagiannya agar tampak rapi.

Presidensi Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Syekh Abdul Rahman bin Abdulaziz Al-Sudais mengatakan perawatan terhadap Kiswah penutup Ka'bah merupakah wujud kepedulian dan perhatian yang diberikan Kerajaan kepada Dua Masjid Suci dan para peziarah.

"Ka'bah dan sistem pelayanan di Masjidil Haram telah dirawat secara khusus sejak era pendiri Raja Abdulaziz bin Abdulrahman sampai era Saudi saat ini, dimana Dua Masjid Suci selalu menekankan bahwa pandemi global menunjukkan sejauh mana kepedulian pimpinan terhadap keamanan dan keselamatan para peziarah selama mereka untuk melakukan ritual dan ibadah," kata Syekh Sudais dalam keterangan resminya.

Kiswah pertama kali digunakan ketika Raja Tubba dari Yaman pada abad keempat ”menginstruksikan para pemimpin suku Jurhum untuk menjaga kebersihannya dan membuat pintu serta kunci untuknya”, menurut sejarawan abad kesembilan Muhammad ibn 'Abd Allah al- Azraqi. Sejak itu telah menjadi fitur Ka'bah yang paling dapat dibedakan.

 

 

#elevate women

Lanjutkan Membaca ↓
PLAYLIST VIDEO 2 AGUSTUS 2021