Cerita Luar Biasa Atlet Olimpiade Tokyo 2020 Yusra Mardini Berenang 3,5 Jam Hindari Perang di Suriah

Annissa Wulan28 Jul 2021, 09:00 WIB
Diperbarui 28 Jul 2021, 09:00 WIB
Cerita Luar Biasa Atlet Olimpiade Tokyo 2020 Yusra Mardini Berenang 3,5 Jam Hindari Perang di Suriah

Fimela.com, Jakarta Angelina Jolie, seorang bintang Hollywood dan perwakilan khusus dari UNHCR baru saja melakukan wawancara dengan atlet dari IOC Refugee Olympic Team, Olimpiade Tokyo 2020. Salah satunya adalah kisah perenang Yusra Mardini yang berenang selama 3,5 jam di Laut Aegea, setelah melarikan diri dari Suriah yang dilanda perang.

Angelina Jolie mengobrol virtual dengan Yusra Mardini, perenang Paralimpiade menjelang Olimpiade Tokyo 2020 dan Paralimpiade. Yusra Mardini mendapatkan pujian atas keberaniannya yang luar biasa.

Saat itu, sampan yang membawanya, kakak perempuannya, dan banyak orang lain, mogok setelah berhasil meninggalkan Turki. Yusra Mardini dan kakak perempuannya merupakan satu di antara jutaan orang lainnya yang melintasi beberapa negara secara ilegal, seperti dilansir dari scmp.com.

"Sejujurnya, saat saya bicara tentang cerita ini, banyak orang menyebut saya pahlawan dan saya berterima kasih untuk itu. Tapi, ini hanya salah satu dari jutaan cerita lainnya," ungkap Yusra Mardini.

Kakak perempuan Yusra adalah orang pertama dari sampan tersebut yang melompat ke air, disusul oleh Yusra sendiri yang melompat dari sisi lainnya. Sebelum masuk ke air, kakak perempuannya memberi tahu Yusra jika terjadi sesuatu, ia menyuruh Yusra untuk berenang pergi dan tidak menunggunya.

Setelah 3,5 jam, mereka sampai di pantai. Mereka melemparkan semua ke dalam air, jadi Yusra sampai di pantai tanpa sepatu, hanya celana jeans, t-shirt, dan tas kecil tempatnya menyimpan telepon dan uang.

 

Yusra Mardini dan kakak perempuannya berhasil tiba di pantai setelah berenang 3,5 jam

Cerita Luar Biasa Atlet Olimpiade Tokyo 2020 Yusra Mardini Berenang 3,5 Jam Hindari Perang di Suriah
Yusra Mardini berenang 3,5 jam hindari perang di Suriah. Foto: Instagram.

Yusra Mardini mulai dikenal sejak video tentang kisahnya dirilis oleh Time 100 yang membuat daftar tahunan tentang siapa yang mereka anggap sebagai 100 orang paling berpengaruh di dunia. Tim pengungsi terdiri dari 29 orang dan mereka menjadi regu pengungsi kedua yang berlaga di Olimpiade, setelah debut di Rio pada tahun 2016.

Yusra Mardini juga mengambil bagiannya di antara para atlet yang berlaga di Olimpiade Rio. Yusra juga pernah mewakili Suriah di Fina World Short Course Championships pada tahun 2012.

Ia dan kakak perempuannya sudah belajar berenang sejak keduanya masih muda, didorong oleh sang ayah. Bagaimana menurutmu, Sahabat FIMELA?

Saksikan video menarik setelah ini

#Elevate Women

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela