Adopsi Hewan Peliharaan Meningkat di Masa Pandemi Covid-19, Informasi Akurat Perlu Diperhatikan

Anisha Saktian Putri01 Agu 2021, 12:19 WIB
Diperbarui 01 Agu 2021, 12:19 WIB
Adopsi Hewan Peliharaan Meningkat di Masa Covid-19

Fimela.com, Jakarta Di masa pandemi covid-19 banyak orang menemukan hobi baru, misalnya saja bersepeda, masak, berkebun, hingga memilihara hewan piaraan seperti anjing dan kucing. 

Hal ini terbukti, selama masa pandemi Covid-19, tren pencarian kata kunci “adopsi hewan peliharaan” meningkat sampai dengan 250 persen. Memiliki heean piaraan memang dapat membuat pemiliknya lebih senang karena merasa ditemeni dan dapat diajak untuk bermain. Maka tak mengherankan lagi jika hewan peliharaan dianggap sebagai bagian dari keluarga.

Perawatan hewan pun menjadi salah satu hal yang diperhatikan. Perkembangan teknologi informasi yang canggih saat ini, banyak pemilik anjing dan kucing (pet owners) yang mulai sadar tentang kesehatan dan perawatan hewan kesayangan mereka.

Sayangnya tidak sedikit pula orang yang terjebak dalam opini dan pengalaman orang lain tanpa memastikan kebenaran informasi yang mereka terima.

Masa pandemi telah membuat para pet owners harus beradaptasi dengan kehidupan mereka, termasuk gaya hidup dan cara merawat hewan peliharaan. Walaupun banyak tantangan yang dihadapi, kesehatan hewan peliharaan tetap perlu dijaga dengan baik karena kesehatan adalah pondasi utama agar mereka dapat bahagia dan berkembang dengan optimal.

"Memberikan segala sesuatu yang terbaik dan tepat untuk hewan peliharaan merupakan salah satu bentuk kasih sayang yang telah menganggap hewan peliharaan sebagai bagian dari keluarga yang berharga," seperti kata pemilik hewan Margaretha Dhea yang juga mahasiswa FKH Udayana

Tak kenal maka tak sayang

Hewan peliharaan
Ilustrasi/copyright shutterstock.com/petrunjela

Mencoba mengenali dan mencari tahu lebih banyak tentang hewan kesayangan memanglah hal yang wajar untuk dilakukan. Sebuah survey di UK menyatakan bahwa 78,6 % pemilik hewan kesayangan mendapatkan informasi seputar hewan peliharaan melalui internet.

Sayangnya banyak informasi-informasi yang belum dipastikan kebenarannya dan dianggap tidak kredibel untuk diterima oleh pet owners.

Salah satu pemberitaan atau informasi yang telah beredar di media sosial yang dapat membahayakan pertumbuhan dan perkembangan hewan peliharaan adalah dengan memberikan homemade food, raw food, makanan grain free, atau bahkan makanan sisa kepada anjing dan kucing peliharaan mereka tanpa berkonsultasi dengan dokter hewan.

Padahal, anjing dan kucing membutuhkan nutrisi spesifik, contohnya saja, suplementasi kalsium berlebihan dapat mengganggu pertumbuhan tulang dari anakan anjing ras besar.

Bijak dalam menggunakan internet dan media sosial sangat penting karena tidak semua informasi dapat dipercaya 100%, kita perlu menggali informasi lebih dalam agar tidak terjadi kesalahan dalam merawat hewan kesayangan. Berdasarkan survei, 96% pet parents di UK lebih mempercayai informasi yang diakses dari aplikasi resmi instansi atau situs yang dikelola oleh pakar veteriner.

Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa dokter hewan dengan pengetahuan dan keahlian yang dimilikinya merupakan sumber informasi yang akurat dan terpercaya untuk perawatan dan kesehatan anjing dan kucing. Berkunjung dan berkonsultasi dengan dokter hewan akan membantu mewujudkan hidup yang lebih baik bersama hewan peliharaan anjing dan kucing kita. Tidak hanya membantu ketika peliharaan kita jatuh sakit, dokter hewan juga akanmembantu mencegahnya dengan program vaksinasi, pemberian nutrisi yang tepat dan pemeriksaan rutin.

Pemilik anjing dan kucing saat ini membutuhkan sebuah teknologi yang dapat “menjembatani” mereka dengan dokter hewan agar mendapatkan informasi terpercaya dari ahlinya, suatu teknologi yang dapat diakses dengan mudah serta informasi yang akurat sehingga mereka dapat memberikan perawatan yang terbaik bagi hewan kesayangan mereka.

#elevate women

Lanjutkan Membaca ↓