Kembali Dibuka, Museum Macan Persiapkan Gelaran Seni Present Continuous Sekarang Seterusnya

Nabila Mecadinisa17 Sep 2021, 10:00 WIB
Diperbarui 17 Sep 2021, 10:00 WIB
Present Continuous Sekarang Seterusnya, Museum Macan

Fimela.com, Jakarta Hampir dua tahun lamanya kita beradaptasi dengan situasi yang tak menentu akibat Covid-19. Hal ini tentu membuat aktivitas serba terbatas, salah satu yang terkena dampak adalah gelaran seni yang sempat terhenti beberapa waktu yang lalu. 

Namun semangat insan seni Indonesia tak padam begitu saja. Rasa optimis terasa ketika Museum MACAN mengumumkan agenda yang akan segera diselenggarakan bersama dengan sejumlah seniman dan kurator. 

Program terbaru ini adalah sebuah proyek seni kontemporer kolaboratif bersama lima organisasi seni yang nantinya akan digelar untuk umum pada 18 Desember 2021 hingga 15 Mei 2022 mendatang, tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan. 

Mencari sistem kolaborasi yang pas

Present Continuous Sekarang Seterusnya, Museum Macan
Proses penciptaan karya Kolektif Udeido

"Kita mencari sistem kolaborasi yang pas. Museum MACAN penasaran dengan membuat proyek seni dengan teman-teman dari seluruh Indonesia. Kami tahu, Indonesia sangat luas dari Yogyakarta, Bandung, dan kota-kota besar lainnya. Kami penasaran dengan apa yang akan terjadi," ungkap Aaron Seeto saat jumpa pers virtual pameran seni Present Continuos, Kamis (16/9/2021).

Pameran ini menggandeng lima seniman dan lima ko-kurator. Lima organisasi seni Indonesia yang terlibat adalah Biennale Jogja, Indeks, Jatiwangi Art Factory, LOKA, dan Makassar Biennale. Selain itu ada juga empat seniman dan dua kolektif seni yaitu Arifa Safura dan DJ Rencong (Banda Aceh), Mira Rizki (Bandung), Muhlis Lugis (Makassar), Udeido Collective (Jayapura) dan Unit Pelaksana Terrakota Daerahn (UPTD) (Majalengka). 

 

Akan diselenggarakan secara online dan offline

Present Continuous Sekarang Seterusnya, Museum Macan
Present Continuous Sekarang Seterusnya, Museum Macan

Nantinya, eksibisi ini akan diselenggarakan secara langsung dan melalui program online. Sebuah presentasi seni yang mengangkat situasi politik masyarakat adat, berkaitan dengan kolonial, memori kolektif, mitologi, hingga industri kreatif yang mempengaruhi kebijakan. 

Jelang terselenggaranya pameran utama, maka akan ada panel diskusi dengan lima kurator seni yang digelar secara online pada 16 September 2021. Nantinya juga akan terintegrasi dengan tur virtual, dan akan tampil bersama dengan pameran untuk publik yang tidak bisa mengunjungi museum secara langsung. 

#Elevate Women

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela