Tetap Bekerja setelah Menikah, Kini Bisa Kuliah setelah Menjadi Ibu

Endah Wijayanti23 Okt 2021, 15:15 WIB
Diperbarui 23 Okt 2021, 15:15 WIB
hasil terindah

Fimela.com, Jakarta Di bulan Oktober yang istimewa kali ini, FIMELA mengajakmu untuk berbagi semangat untuk perempuan lainnya. Setiap perempuan pasti memiliki kisah perjuangannya masing-masing. Kamu sebagai perempuan single, ibu, istri, anak, ibu pekerja, ibu rumah tangga, dan siapa pun kamu tetaplah istimewa. Setiap perempuan memiliki pergulatannya sendiri, dan selalu ada inspirasi dan hal paling berkesan dari setiap peran perempuan seperti tulisan Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Elevate Women: Berbagi Semangat Sesama Perempuan di Share Your Stories Bulan Oktober ini.

***

Oleh:  R Jepara

Hidup adalah misteri, ya aku sangat paham dengan kata-kata ajaib itu. Bagaimana diriku berkutat sebagai seorang anak sekolah yang tertib, berprestasi, dan punya banyak teman. Jujur hidupku selama masa remaja cukup seru tapi juga menyedihkan.

Meskipun hanya fokus untuk belajar tapi terkadang aku juga berpikir apakah aku masih punya kesempatan untuk melanjutkan pendidikan. Mengingat latar belakang keluargaku yang ketika itu masih sangat kurang dalam hal ekonomi. Karena ayah hanya seorang tukang ojek dan ibu hanya seorang ibu rumah tangga biasa.

Momen ketika harus melaksanakan ujian tapi SPP belum lunas dan harus masuk ke ruang kepala sekolah sudah seperti sayur dan garam buatku, karena terlalu sering kekurangan biaya ketika akan membayar tagihan sekolah. Aku bisa melanjutkan pendidikan ke tingkat SMA adalah suatu keberuntungan karena kakak tertuaku bisa membackup biaya pendidikanku dan aku sangat bersyukur akan hal itu. Sebisa mungkin aku terus belajar dan berprestasi sehingga pengorbanan kakak maupun orangtuaku tidak sia-sia. Dan hasilnya aku berhasil lulus dan mendapatkan pekerjaan.

Tetap Melakukan yang Terbaik dalam Hidup

ibu kerja dari rumah
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/sutlafk

Masuk dunia kerja, sedikit demi sedikit aku bisa mandiri dan membantu orang tua. Meskipun gajiku kecil aku sangat bersyukur, aku masih bersemangat untuk terus mengubah nasib menjadi lebih baik.

Aku bisa membantu kakakku membiayai sekolah adikku dan mencukupi kebutuhan dapur ibu. Aku lakukan dengan senang hati meskipun masa mudaku tidak ada hal yang istimewa karena yang aku pikirkan hanya  kerja, kerja, dan kerja tapi rasa syukur akan menambah nikmat itu semua.

Kadang terbersit keinginan untuk kuliah tapi apalah daya, aku belum mempunyai kemampuan untuk menggapai itu semua. Yang aku pikirkan hanyalah bagaimana terus bekerja untuk membantu orangtuaku dan bisa membantu menyelesaikan sekolah adikku. Hingga seorang pemuda baik-baik datang dan berniat melamarku. Satu langkah hidupku berubah dengan cepat.

Pemuda baik-baik itu adalah suamiku sekarang. Semua berjalan dengan cepat dan tak terasa sudah memasuki usia 8 tahun pernikahan kami. Suka duka sudah kami lewati bersama dan masih banyak kejutan-kejutan dari Tuhan di depan sana. Tapi selama kami terus berpegangan tangan kami yakin semuanya akan baik-baik saja.

Semenjak menikah aku terus bekerja dari awal suami memang mengizinkan aku bekerja selama aku masih merasa nyaman. Tapi kadang kehidupan pernikahan ada kerikil-kerikil tajam yang membuat kami berselisih pendapat.

Suamiku sendiri bukanlah seorang dengan penghasilan stabil setiap bulan. Beliau berprofesi sebagai petani dan aku penyiar tapi kami menikmati perbedaan itu. Ketika usaha suami tidak membuahkan hasil tentu penghasilanku yang akan mengcovernya. Begitu juga sebaliknya, akan tetapi ketika suami sama sekali tidak ada pemasukan, maka kadang aku merasa sangat terbebani dengan segala kebutuhan. Ya itulah rumah tangga, kembali pada rasa ikhlas dan saling melengkapi satu sama lain.

Sekarang sebagai seorang ibu dan wanita karier dengan penghasilan yang lumayan dan seorang istri, aku sangat bersyukur bisa menikmati peran ganda dalam kehidupan. Dan peranku juga sebagai seorang mahasiswa sekarang. Ya aku berhasil membulatkan tekad untuk melanjutkan pendidikan dan sudah memasuki semester 8. Meskipun sudah mempunyai seorang putra dan segala kerepotannya aku masih bersemangat untuk terus belajar dan alhamdulillah semoga disemester ini aku diberikan kelancaran sehingga bisa lulus dan segera wisuda. Mohon doa ya sahabat Fimela.

Itulah ceritaku untuk para wanita di luar sana, tetaplah semangat tetaplah optimis. Meskipun kadang keberuntungan tidak memihakmu tetaplah berusaha dan juga berdoa. Karena Tuhan selalu punya rencana yang terbaik untuk umat-Nya.

#ElevateWomen

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela