ALIVE Fest 2021 Hadirkan Puluhan Kelas Meditasi dan Seminar Kesehatan Mental secara Daring

Fimela Reporter26 Okt 2021, 16:05 WIB
Diperbarui 26 Okt 2021, 16:06 WIB
ALIVE Fest 2021 Hadirkan Puluhan Kelas Meditasi dan Seminar Kesehatan Mental secara Daring dalam Satu Hari Penuh

Fimela.com, Jakarta The Golden Space Indonesia kini kembali menggelar festival kesehatan mental dan meditasi ALIVE Fest setelah berhasil mengadakan event tersebut selama 3 tahun ke belakang. Acara ini akan diselenggarakan pada Sabtu (30/10) mendatang. 

Dikarenakan kondisi pandemi yang belum juga usai, acara ini masih akan diselenggarakan secara daring seperti tahun lalu. Diselenggarakan selama 12 jam lebih, acara ini akan dimulai pukul 09.30 WIB hingga 20.00 WIB. Dalam hal ini, The Golden Space Indonesia akan menyediakan 33 kelas meditasi dan berbagai seminar kesehatan mental yang diadakan per kategori dalam waktu bersamaan, yakni kategori Health, Relationships, Wealth and Work, dan Earth. 

Managing Director The Golden Space Indonesia Silvia Basuki mengungkapkan bahwa ALIVE Fest tahun ini menargetkan 10 ribu orang dari seluruh Indonesia yang akan mengikuti rangkaian acara ini agar nantinya orang-orang yang telah mengikuti kelas-kelas dalam ALIVE Fest bisa hidup jauh lebih positif dibandingkan sebelumnya dan lebih peka terhadap kesehatan mental.

“Diadakannya ALIVE Fest ini diharapkan bisa meningkatkan awareness masyarakat Indonesia terhadap kesehatan mental, dan membuat masyarakat untuk paham akan emosi-emosi yang mereka hadapi setiap harinya, serta cara mengatasinya,” ujar Silvia Basuki dalam virtual press conference ALIVE Fest 2021, Selasa (26/10). 

Mengatasi Masalah Kesehatan Mental Masyarakat Indonesia

ALIVE Fest 2021 Hadirkan Puluhan Kelas Meditasi dan Seminar Kesehatan Mental secara Daring dalam Satu Hari Penuh
Ilustrasi meditasi untuk menjaga kesehatan mental. Sumber foto: unsplash.com.

Acara ini diselenggarakan dengan tujuan untuk mengatasi masalah kesehatan mental masyarakat Indonesia, terutama di masa pandemi seperti sekarang ini. Dengan mengusung tema “Stress-Free and Slay”, acara ini diharapkan dapat memberikan insight baru mengenai cara menghadapi emosi dan mengatasi stres yang terjadi setiap harinya. 

“Karena kami mengadakan kelas-kelas yang dibagi menjadi 4 kategori, diharapkan masyarakat bisa memperoleh pengetahuan baru yang memang berguna bagi kehidupan sehari-hari, karena keempat kategori itu memang relatable dengan kehidupan setiap orang,” jelas Vinzka Christabelle selaku ALIVE Head dari The Golden Space Indonesia dalam press conference tersebut. 

Vinzka juga menjelaskan, yang membedakan ALIVE Fest tahun ini dengan tahun sebelumnya adalah terdapat nuansa dan tampilan online conference sehingga orang-orang bisa merasakan sensasi sedang berada dalam sebuah auditorium ketika acara diselenggarakan secara offline

“Selain itu, kami juga mengadakan After-party Session dengan mengundang para musisi nasional hingga internasional yang akan melantunkan musik-musik healing untuk melengkapi rangkaian acara selama seharian penuh,” lanjut Vinzka. 

Dua Kelas Unggulan

ALIVE Fest 2021 Hadirkan Puluhan Kelas Meditasi dan Seminar Kesehatan Mental secara Daring dalam Satu Hari Penuh
Poster festival kesehatan mental dan meditasi ALIVE Fest 2021 (Foto: dok. The Golden Space Indonesia)

Dari 33 kelas yang diadakan dalam acara tersebut, terdapat dua kelas unggulan yang akan membahas permasalahan kesehatan mental secara komprehensif yang mengangkat isu agama dan keluarga.

Dua kelas tersebut adalah Interfaith Talk: The M Word, yakni kelas yang membahas terkait hubungan antara meditasi dan agama, dan juga kelas Stress-free Family Dynamics yang akan membahas tentang sistem dan hubungan di setiap keluarga yang kadang kala menjadi problem secara turun-temurun. 

Menariknya, dalam kelas Interfaith Talk: The M Word, nantinya akan mengundang 5 pemuka agama dari berbagai agama yang ada di Indonesia untuk memberikan perspektifnya terhadap meditasi dan apa hubungannya tentang agama. Karena faktanya, hingga saat ini masih banyak yang menganggap meditasi adalah sebuah hal yang menentang ajaran agama.

“Dua kelas itu bisa dibilang spesial karena kami mengundang narasumber-narasumber yang memang kredibel di bidangnya sehingga pembahasan akan lebih komprehensif dan akan membuka perspektif bagi setiap orang yang menghadirinya,” tutup Vinzka. 

Penulis: Chrisstella Efivania

#ElevateWomen

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela