Sebagai Putri Bungsu, Kebersamaanku Bersama Ayah Rasanya Terlalu Singkat

Endah Wijayanti24 Nov 2021, 07:15 WIB
Diperbarui 24 Nov 2021, 09:37 WIB
maaf dan trauma

Fimela.com, Jakarta Membahas kisah dan cerita tentang ayah memang tak ada habisnya. Begitu banyak momen tak terlupakan yang kita miliki bersama ayah tercinta. Mulai dari momen paling bahagia hingga momen paling sedih. Setiap hal yang berkaitan dengan ayah selalu berkesan seperti tulisan kiriman Sahabat Fimela yang disertakan dalam Lomba Share Your Stories November 2021 Surat untuk Ayah berikut ini.

***

Oleh:  Nilam Siti Nur Kholifah

Sosok pahlawan seperti malaikat tanpa sayap sebagai cinta pertama dalam hidupku adalah seorang ayah yang hanya bisa menemaniku hingga kelas 4 sekolah dasar. Masih teringat sampai saat ini wajahmu yang lanjut usia yang orang bilang kita seperti kakek dan cucu tapi sayang Allah tidak memberikan putri bungsumu ini waktu cukup lama untuk bersamamu.

Bagi dede, Apa adalah sosok lelaki hebat yang berjuang keras untuk menghidupi keluarga besarnya yang tidak pernah lelah dan selalu bersemangat bahkan hingga usia tua. Masih teringat momen ketika Umi meminta dede mengantarkan makan siang di rantang untuk Apa yang pergi berkebun di dekat rumah lalu kita makan bersama dan pulang membawa hasil kebun.

 

Semoga Ayah Bahagia di Surga

Ilustrasi memaafkan
Ilustrasi (Foto: Unsplash.com/ Lina Trochez)

Masih teringat pula saat dede lupa mengerjakan PR dari sekolah lalu Apa yang membuatkan PR dede sambil umi suapin dede sarapan pagi sebelum pergi ke sekolah. Saat Apa harus bulak-balik ke rumah sakit dan mobil ambulans harus mengantar apa saat itu Dede masih bingung dan tidak mengerti mengapa waktu kita bersama hanya sedikit dan dede belum sempat buat apa bahagia.

Apa selalu mengajarkan anaknya untuk peduli dan sayang sama keluarga bahkan kepada orang lain walaupun mereka berbuat buruk terhadap kita. Terkadang saat dede merasa lelah dengan keadaan dan dunia dede merasa harus kuat dan bangkit kembali karena apa dan umi sudah berusaha keras untuk hidup dede lebih baik. Karena hingga usia senja Apa sama Umi masih berusaha keras untuk menghidupi keluarga besar dan anak-anaknya maka dari itu dede selalu semangat dan ceria menjalani hidup de.

Orang bilang dede menjadi yatim piatu yang cukup baik dan beruntung bisa mengenyam pendidikan tinggi dan hidup layak. Bagi dede Apa adalah ayah terbaik di dunia semoga Apa bahagia di surga bersama Umi.

#ElevateWomen

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela