Keluarga Memang Diikat dengan Hubungan Darah, tapi Tak Berarti Rela untuk Terluka

Endah Wijayanti02 Des 2021, 07:15 WIB
Diperbarui 02 Des 2021, 07:15 WIB
menikah dikhianati

Fimela.com, Jakarta Membahas kisah dan cerita tentang ayah memang tak ada habisnya. Begitu banyak momen tak terlupakan yang kita miliki bersama ayah tercinta. Mulai dari momen paling bahagia hingga momen paling sedih. Setiap hal yang berkaitan dengan ayah selalu berkesan seperti tulisan kiriman Sahabat Fimela yang disertakan dalam Lomba Share Your Stories November 2021 Surat untuk Ayah berikut ini.

***

Oleh:  M

Surat untuk ayah. Ini hal yang tidak pernah saya pikirkan untuk menulisnya. Jika mendengar kata ayah, 13 tahun lalu pasti saya akan sangat merindukannya. Jika berbicara tentang ayah, 13 tahun lalu saya akan bercerita dia sosok yang tampan, kuat dan menjaga saya. Karena hal tersebutlah yang dapat diingat oleh ingatan anak berusia empat tahun sebelum kami berpisah.

Tapi, setelah pertemuan di mana seharusanya semua rindu dapat dihilangkan, mewujudkan semua bayangan sosok ayah yang saya lihat dari teman-teman. Dia membuktikan bahwa ingatan anak berusia empat tahun itu bisa salah, usia empat tahun masih terlalu belia untuk merasa bisa mengenali sikap orang dewasa.

 

Ayah yang Berbeda

surat ayah dan pelukan
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/Kostikova+Natalia

Pertemuan pertama mungkin mengharukan. Tapi setelah itu mengapa engkau berbeda ayah? Sosok yang selama ini saya ingat ternyata sangat berbeda. Setelah memilih untuk tinggal dengannya bukan pelukan hangat tapi berbagai macam pukulan yang diterima setelahnya, bukan kasih sayang tapi berbagai hinaan yang keluar dari mulutnya. Awalnya saya berpikir itu wajar mungkin memang seperti ini seorang ayah, karena saya anak ayah maka saya pasti kuat.

Jika diingat-ingat lagi saya ingin tertawa. Dengan sombongnya merasa diri ini pasti kuat, dengan keyakinan bahwa ayah pasti berubah, bergantung pada harapan badai pasti berlalu, saat itu saya memilih bertahan. Untuk kalian semua jika merasakan hal yang sama, ingat di dunia ini sayangi dirimu jika kamu tidak salah maka bela dirimu sendiri. Kamu harus berusaha keluar dari masalah karena selain berdoa manusia juga harus berusaha. Keluarga memang diikat dengan hubungan darah tapi bukan berarti kamu harus terus terluka.

Kini saat mendengar kata ayah, sekarang tubuh ini menggigil ketakutan, kepala pusing dan jantung yang berdegup kencang. Maaf ayah bukan bermaksud untuk durhaka, tapi putrimu ini juga manusia biasa jika dipukul pasti sakit, jika terus dihina hati ini juga bisa terluka. Memilih untuk menenangkan sendiri diri ini, saya rasa adalah pilihan terbaik. Karena daripada hanya kata-kata saya ingin membuktikan kepada ayah bahwa putrimu ini berguna.

 

#ElevateWomen

Lanjutkan Membaca ↓
1
What's On Fimela