Kisah Ibu Menggendong Putranya yang Difabel untuk Melihat Indahnya Dunia, dari Hawaii hingga Bali

Anisha Saktian Putri11 Jan 2022, 19:00 WIB
Diperbarui 11 Jan 2022, 19:00 WIB
Kisah Ibu Menggendong Putranya yang Difabel untuk Melihat Indahnya Dunia, dari Hawaii hingga Bali

Fimela.com, Jakarta Kasih ibu sepanjang masa, apapun kelemahan seorang anak, ibu akan selalu membantu dan melakukan apapun agar buah hatinya bahagia tanpa rasa sakit.

Kisah seorang ibu bernama Nikki Antram membuat semua ibu menangis setelah membaca cerita ini. Ibu asal Australia ini membagikan foto-fotonya bersama anaknya di media sosial

Saat berusia 17 tahun, Nikki melahirkan anak bernama Jimmy. Namun, putranya tersebut lahir difabel dan tidak melihat dengan baik.

Kondisi sang anak pun, membuat ibu 43 tahun ini merawat sang anak selama 24 jam hingga Nikki menghabiskan waktu bertahun-tahun berkeliling dunia dengan menggendong sang anak. Hingga usia 26 tahun, Jimmy melihat dunia dari sudut punggung sang ibunda.

Nikki mengungkapkan jika keterbatasannya bukan menjadi penghalang bagi Jimmy untuk bahagia. Maka dari itu, Nikki yang berasal dari Sunshine Coast of Queensland di Australia, membawa sang anak di punggungnya melihat indahnya dunia dari Hawaii hingga Bali dan banyak tempat lainnya.

"Saya akan bersama Jimmy menemukan cara untuk memberinya kehidupan terbaik dan paling penuh petualangan, sebab sebagian besar itulah hal paling sederhana yang paling ia cintai," katanya, dikutip dari nbcnews.

Setelah pandemi corona berakhir, Nikki berencana mengajak putranya Jimmy mengunjungi Kanada.

Niki dan Jimmy berkeliling dunia/dok.  Facebook Niki Antram
Niki dan Jimmy berkeliling dunia/dok. Facebook Niki Antram

Peralatan yang dibawa selama perjalanan

Niki dan Jimmy berkeliling dunia/dok.  Facebook Niki Antram
Niki dan Jimmy berkeliling dunia/dok. Facebook Niki Antram

Foto-foto keduanya pun tengah viral di media sosial. Nikki Antram mengatakan dia harus membawa popok, pakaian, alas tempat tidur, seprai dan bantal dalam perjalanannya berlibur.

Niki juga selalu merencanakan perjalanannya dengan cermat dan menghubungi tempat yang akan ia kunjungi dari jauh hari, baik itu restoran, hotel, atau petualangan yang menantang.

Namun ada saat-saat mereka tidak mendapat akomodasi. Ini biasanya karena risiko yang terkait dengan kondisi Jimmy atau kesulitan logistik. Niki mengecualikan Hawaii sebab yang ia rasakan bahwa semua orang di sana sangat ingin Jimmy bergabung dalam hal apapun.

Nikki pun sudah menemukan cara untuk menggendong Jimmy sambil menarik kopernya sampai pihak bandara memberi kursi roda yang digunakan sampai naik ke pesawat," jelasnya.

"Dari Hawaii ke Bali saya akan keluar sepanjang malam dengan Jimmy karena ia suka pesta seperti saya pada saat itu," tambahnya.

Saat tidak berperigian ke luar negeri, ibu dan anak ini menghabiskan sebagian besar akhir pekan untuk menjelajahi Sunshine Coast. Mereka selalu bangun pagi dan tak pernah lupa menyapa tetangga yang mereka lewati. Sehingga orang-orang yang dulunya orang asing kini mengenal dan turut mencintai Jimmy sekaligus mengagumi Nikki.

Sebelum bepergian, Niki juga selalu membuat sarapan, memberi makan Jimmy, mendandaninya untuk hari itu dan mencuci seprainya dari malam sebelumnya. Bahkan selalu menyempatkan diri untuk berolahraga, dengan Jimmy biasanya ikut dan duduk saat ia berolahraga.

Keduanya menikmati lingkungan sekitarnya jika berolahraga di luar ruangan, bermain dengan pasir atau kerang saat ke pantai. Bahkan ketika melakukan sesi olahraga kelompok di berbagai tempat, Jimmy selalu ada di tengah-tengah mereka, mendengarkan sekitarnya.

Niki dan Jimmy berkeliling dunia/dok.  Facebook Niki Antram
Niki dan Jimmy berkeliling dunia/dok. Facebook Niki Antram

#women for women

Lanjutkan Membaca ↓
1
What's On Fimela