Sukses

Lifestyle

Sering Disalahartikan, Ini Perbedaan Pintar, Cerdas, dan Jenius

Fimela.com, Jakarta Istilah pintar, cerdas, dan jenius sudah bukan lagi kata yang asing untuk menilai tingkat intelektual seseorang. Meskipun begitu, definisi dari ketiga istilah tersebut sering kali kurang tepat karena dicampuradukkan antara definisi dari istilah yang satu dengan istilah yang lain.

Padahal faktanya, menurut para ahli, pintar, cerdas, dan jenius memiliki definisi yang berbeda-beda. Bukan hanya definisi, dalam pengklasifikasiannya pun berada di tingkat yang sama sekali berbeda, yang dilihat berdasarkan IQ.

Berangkat dari hal tersebut, Fimela akan membahas tentang definisi dan perbedaan antara pintar, cerdas, dan jenius agar kamu tidak lagi keliru dan dapat memahami dengan lebih baik lagi. Berikut ini adalah perbedaan pintar, cerdas, dan jenius yang telah dirangkum dari berbagai sumber.

Apa itu pintar?

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya mengenai pengklasifikasian berdasarkan IQ, orang dengan IQ yang tidak tinggi atau berada di tingkat rata-rata bisa dikatakan sebagai seseorang yang pintar. Sebab, orang bisa dikatakan pintar apabila mereka dapat dan mampu menguasai sesuatu yang dipelajarinya. Biasanya ini berhubungan dengan kemampuan dalam bidang akademik. Namun, orang pintar belum tentu cerdas, apalagi jenius.

Orang bisa menjadi pintar dengan rajin belajar. Sehingga kepintaran adalah hal yang bergantung pada bagaimana seseorang berusaha untuk menguasai suatu hal, bukan berdasarkan bakat alami ataupun IQ yang dimiliki.

Karena orang menjadi pintar karena mereka mempelajari suatu hal secara teori, mereka cenderung lebih disiplin dibandingkan orang cerdas. Sebab mereka akan langsung menyelesaikan masalah yang mereka hadapi berdasarkan apa yang dipelajari. Sementara orang cerdas akan lebih memakan waktu karena memikirkan solusi tercepat untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Apa itu cerdas?

Kecerdasan bisa dikatakan sebagai sebuah keistimewaan karena tidak semua orang masuk ke dalam kategori cerdas. Bukan tanpa alasan, kecerdasan berasal dari genetika atau bakat alami. Sehingga orang cerdas menjadi cerdas bukanlah dari proses belajar.

Keistimewaan yang dimiliki orang cerdas adalah mereka memiliki logika yang bagus meski tanpa harus mempelajari dan menguasai suatu hal terlebih dahulu. Jadi, ketika orang pintar harus menguasai suatu hal terlebih dahulu untuk bisa menyelesaikan suatu masalah, orang cerdas hanya akan mengandalkan logikanya dan bisa menyelesaikan masalah yang sama dengan cara berpikirnya sendiri.

Meski begitu, orang cerdas pun tidak bisa dikatakan pintar apabila mereka tidak menguasai suatu hal dengan sungguh-sungguh melalui proses belajar. Namun ketika orang cerdas berhasil menguasai suatu hal dan mempelajarinya seperti orang pintar, mereka akan menjadi orang pintar yang tidak sama dengan orang pintar biasa.

Hal ini dikarenakan orang cerdas memiliki cara berpikir yang berbeda dengan orang pintar. Mereka memiliki logika yang tajam sehingga suatu hal yang dikuasainya akan jauh lebih mendalam dan luas. Secara garis besar, orang cerdas merupakan mereka yang memiliki logika tajam karena genetika yang bagus, serta tidak melulu dilihat berdasarkan skor IQ-nya walaupun kebanyakan orang cerdas memiliki IQ di atas rata-rata.

Apa itu jenius?

Apabila dikatakan bahwa tidak semua orang bisa disebut cerdas, orang jenius jauh lebih sedikit lagi jumlahnya. Orang jenius biasanya dilihat berdasarkan skor IQ yang dimiliki. Mereka memiliki pola berpikir dan kemampuan untuk cepat memahami suatu hal sangat tinggi.

Selain itu, mereka juga memiliki kreativitas dan imajinasi yang berada di luar nalar kebanyakan orang. Mereka memiliki kecenderungan untuk memiliki pemahaman secara substansial akan suatu hal. Apabila orang cerdas memiliki logika yang tajam sehingga dapat memahami suatu hal dengan baik meski tanpa harus belajar untuk menguasainya, orang jenius memiliki ketajaman logika yang lebih tinggi lagi.

Mereka biasanya dapat memikirkan banyak hal yang tidak akan dipikirkan orang lain, yang bahkan akan dipandang sebelah mata karena dianggap tidak biasa. Tapi kebanyakan dari peristiwa seperti ini disebabkan oleh ketidakmampuan orang lain untuk memahami pemikiran orang jenius.

Orang jenius adalah orang-orang yang bukan hanya memiliki genetik yang bagus seperti orang cerdas pada umumnya, tapi juga memiliki tingkat IQ yang sangat tinggi. Walau begitu, orang jenius belum tentu akan dianggap pintar jika mereka tidak sungguh-sungguh menguasai suatu hal dengan proses belajar.

*Penulis: Vania Ramadhani Salsabillah Wardhani.

 

 

#Women for Women

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading