Tak Perlu Insecure saat Melamar Pekerjaan dengan Syarat Berpenampilan Menarik

Endah Wijayanti29 Jan 2022, 10:15 WIB
Diperbarui 29 Jan 2022, 10:15 WIB
pengalaman kerja

Fimela.com, Jakarta Kita semua pasti pernah merasakan perasaan tak nyaman seperti rendah diri, sedih, kecewa, gelisah, dan tidak tenang dalam hidup. Kehilangan rasa percaya diri hingga kehilangan harapan hidup memang sangat menyakitkan. Meskipun begitu, selalu ada cara untuk kembali kuat menjalani hidup dan lebih menyayangi diri sendiri dengan utuh. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Bye Insecurities Berbagi Cerita untuk Lebih Mencintai dan Menerima Diri Sendiri ini.

***

Oleh: Ester Ayu Nadeak

Insecurity hidup di dalam setiap orang dan tumbuh liar pada beberapa orang yang tidak bisa mengontrol emosinya sendiri. Tanpa pandang profesi, umur, jabatan, semua orang memperhitungkan kekurangannya sendiri dan beberapa orang terobsesi mengubah dirinya agar tak lagi insecure.

Bahkan tak jarang orang yang sudah mendapat pengakuan cantik, cerdas, sempurna masih memiliki insecurity dalam dirinya sendiri.  Bagiku, insecurity seperti dementor (makhluk pengisap kebahagiaan dalam film Harry Potter) yang siap menyerang kapan pun aku melihat celah dalam hidupku sendiri.  

 

Menerima Diri Seutuhnya

surat ayah dan papa yg baru ditemui
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/SharkPaeCNX

Perkenalkan, aku sarjana lulusan baru yang sedang berjuang mencari pekerjaan. Saat sedang mencari pekerjaan di beberapa portal job, mataku sangat risih setiap menangkap syarat harus berpenampilan menarik.

Aku terlahir dengan hidung pesek, kulit gelap, dan rahang kotak, tetapi yang menambah masalah adalah wajahku yang penuh bekas jerawat. Harus kuakui kalau aku sangat cuek dengan penampilan dari kecil.

Aku tidak ingat kapan jerawat pertamaku muncul, tapi saat duduk di tahun kedua sekolah menengah pertama aku sering mendapat pertanyaan mengapa wajahku seperti habis terkena cacar padahal itu adalah bekas jerawat yang menghitam. Insecurity memakanku saat itu hingga aku menutup diri pada orang sekitar.

Saat sekolah menengah atas, aku mendapatkan kepercayaan diriku kembali. Aku mulai membuka diri, mulai mengaplikasikan bedak dan krim pada wajahku, mulai rajin berolahraga. Wajahku masih sama, tidak berubah menjadi mulus, masih ada bekas jerawat di sana-sini. Tidak mudah memang, kadang aku masih takut saat membagikan foto kegiatan yang ada gambar diriku di dalamnya. Hanya saja cara pandangku tentang diriku sendiri telah berubah sejak saat itu.

Melamar Pekerjaan

surat ayah dan berjauhan
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/pixs4u

Dua minggu lalu aku berani melamar untuk posisi Customer Experience yang mencantumkan syarat berpenampilan menarik karena menurutku aku ini menarik. Beberapa orang yang mendengar ceritaku ini mungkin akan mengatakan aku gila atau percaya diriku terlalu berlebihan.

Bagiku menarik tidak harus berwajah mulus seperti model produk kecantikan, aku memandang diriku menarik karena aku sudah mengenal diriku sendiri sejak lama. Aku memiliki nilai lebih lain, yang pasti bukan wajah mulus tanpa noda bekas jerawat.

Hasil dari interview untuk pekerjaan tersebut? Tiga hari kemudian aku tidak mendapat pemberitahuan kalau aku diterima dan itu artinya aku telah ditolak. Aku sedih sesaat, tapi aku bangga pada diriku sendiri, setidaknya aku sudah berani mencoba. Mungkin tidak cantik bukan alasan utama mengapa recruiter tidak memilihku karena aku sadar banyak jawabanku yang kurang meyakinkan saat interview, tapi setidaknya aku sudah sampai pada tahap interview user.

Jadi, jangan mundur saat kamu melihat persyaratan tersebut karena berpenampilan menarik tidak selalu berarti harus cantik. Well, aku mengerti aku hidup di masyarakat bukan di duniaku sendiri jadi tentu saja aku harus menyetujui anggapan-anggapan di masyarakat bahkan soal standar kecantikan sekalipun. Tapi bukan berarti aku menyetujui kalau diriku tidak menarik. Aku harus menjadi orang pertama mengakui diriku menarik baru orang lain.

Insecurity bisa dikalahkan ketika berdamai dengan diri sendiri dan aku sudah lama berdamai dengan segala kekuranganku karena itu aku masih bisa menegakkan kepalaku sampai detik ini. Jangan menunggu mendapat pengakuan atau pertolongan dari orang lain untuk menyingkirkan insecurity dalam dirimu. Berdiri di depan cermin dan sadari kalau dirimu berharga, hitung berapa banyak kelebihan dan hal-hal lain yang kamu punya di samping kekurangan yang menjadi penyebab dirimu menjadi insecure.

#WomenforWomen

Lanjutkan Membaca ↓
1
What's On Fimela