5 Cara Kuatkan Diri Berdamai dengan Masa Lalu yang Kelam

Endah Wijayanti11 Mei 2022, 15:15 WIB
Diperbarui 11 Mei 2022, 15:15 WIB
perempuan dan mencari cinta

Fimela.com, Jakarta Salah satu cara untuk bisa bahagia adalah fokus menjalani masa kini. Merelakan dan mengikhlaskan yang terjadi di masa lalu, serta tidak terlalu mencemaskan masa lalu. Hanya saja bagi kita yang punya masa lalu kelam atau tidak mengenakkan, menjalani hidup saat ini bisa terasa berat jika belum berdamai dengan itu semua.

Bagaimana caranya berdamai dengan masa lalu yang kelam? Ada beberapa cara yang bisa dicoba, seperti sejumlah cara berikut ini.

 

1. Terima Masa Lalu sebagai Bagian dari Diri

surat ayah dan kehebatannya
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/K-Angle

Masa lalu memang sudah berlalu, dan itu akan tetap menjadi bagian dari diri kita. Enak tidaknya kejadian di masa lampau, kita tetap perlu menerimanya. Sesekali menengok ke masa lalu boleh saja, tapi bukan berarti kita terus mengarahkan kepala kita ke belakang sementara ada jalan di depan yang perlu kita jalani.

2. Sadari bahwa Kebahagiaan Merupakan Tanggung Jawab Pribadi

surat ayah dan titip rindu
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/Kanyanat+Kasemsook

Menyalahkan masa lalu dan menjadikan pengalaman buruk di masa lalu sebagai kambing hitam atas kondisi kita yang saat ini tidak bahagia bukanlah hal bijak. Mengutip buku Hidup Apa Adanya, kebahagiaan itu sendiri adalah kewajiban masing-masing untuk mencarinya. Jadi, jangan menelantarkan kebahagiaan sendiri. Sadari bahwa kita yang sepenuhnya bertanggung jawab atas kebahagiaan kita tersebut.

 

 

 

3. Terima Kenyataan bahwa Segalanya Bersifat Sementara

surat ayah dan membuat bapak bangga
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/d8nn

Kejadian kelam di masa lalu tidak akan selalu terulang lagi di masa depan. Semua sudah berlalu dan setiap fase akan terus berubah, tidak ada yang menetap selamanya. Maka, kalau kita merasa sedih, kecewa, atau menyesal menyikapi yang terjadi di masa lalu, terima saja semua perasaan itu. Lalu, biarkan mengalir agar lebih ringan beban di hidup ini.

4. Hadirkan Harapan Baru

surat ayah dan rindu bapak dulu
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/Tinapob+Proongsak

Temukan atau buat harapan baru dalam hidup. Setidaknya kita bisa punya alasan atau motivasi untuk terus melangkah ke depan. Kelamnya masa lalu tak harus selalu dilekatkan ke dalam diri. Kita bisa menyalakan harapan dan cahaya baru untuk menerangi jalan kita pada masa kini untuk masa depan yang lebih baik.

 

 

5. Berbaik Hati pada Diri Sendiri

surat ayah dan cinta pertamanya
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/mariabamboo

Berterima kasihlah pada diri sendiri yang sudah berusaha sebaik mungkin hingga kini. Berbaik hatilah pada diri sendiri. Sudah memilih untuk bertahan dan berupaya melangkah ke depan merupakan pencapaian luar biasa.

Semoga apa pun masa lalu yang pernah kamu alami, ada hikmah dan pelajaran terbaik yang bisa dipetik. Kini, saatnya fokus pada masa kini tetap melangkah menuju masa depan yang didambakan.

#WomenforWomen

Lanjutkan Membaca ↓
1
What's On Fimela