5 Cara Redakan Kesedihan saat Tak Ada yang Bisa Diajak Berbagi

Endah Wijayanti27 Mei 2022, 14:15 WIB
Diperbarui 27 Mei 2022, 14:15 WIB
perempuan sulung tulang punggung

Fimela.com, Jakarta Kesedihan yang kita rasakan bisa membuat kita merasa tak nyaman. Namanya menjalani hidup, kita perlu siap menghadapi berbagai hal tak terduga. Termasuk mengalami kesedihan karena berbagai pengalaman dan kejadian.

Agaknya perasaan kita bisa lebih baik jika saat bersedih ada orang yang bisa kita ajak berbagi cerita. Hanya saja persoalan akan berbeda dan makin berat ketika kita merasa sedih tapi tidak ada siapa-siapa yang bisa diajak berbagi atau bersandar. Walaupun begitu, masih ada sejumlah upaya yang bisa diupayakan untuk meredakan kesedihan yang ada.

 

1. Tak Perlu Merasa Bersalah karena Bersedih

surat ayah dan putri yang keras kepala
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/uniqueshutter

Melansir laman Oprah Daily, sebuah penelitian tahun 2017 yang dipublikasikan di Journal of Personality and Social Psychology menemukan bahwa individu yang menerima dan bukan menghakimi pengalaman mentalnya bisa memiliki kesehatan psikologis yang lebih baik. Ini karena penerimaan membantu mereka mengurangi emosi negatif sebagai respons terhadap pemicu stres. Jadi, saat bersedih tak perlu merasa bersalah. Cobalah untuk menerimanya dengan apa adanya.

2. Lepaskan Melalui Air Mata

surat ayah dan dari anak ketiga
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/Blue+Titan

Menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan di Frontiers in Psychology, menangis bisa mengaktifkan sistem saraf parasimpatetik yang dapat merangsang respons relaksasi. Sehingga bisa memberi efek menenangkan pada diri kita. Untuk meringankan rasa sesak dan sedikit meredakan rasa sedih, cobalah untuk melepaskannya melalui air mata. Izinkan diri menangis bila itu bisa membuat suasana hati jadi lebih baik.

 

3. Uraikan Melalui Tulisan

surat ayah dan potongan cerita
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/Vanatchanan+Buahom

Rasa sedih bisa makin dalam ketika kita kesulitan mencernanya. Maka, kita bisa coba menguraikan rasa sedih yang ada melalui tulisan. Fokus pada kedalaman batin untuk lebih memahami kesedihan dan mencerna situasi yang ada jadi lebih baik lagi. Menulis juga bisa menjadi sebuah tindakan mengalihkan perhatian dari hal-hal yang mengganggu kita, dan membantu kita menjernihkan pikiran dengan lebih baik lagi.

4. Lakukan Sesuatu untuk Diri Sendiri

surat ayah dan kehebatannya
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/K-Angle

Kita selalu butuh waktu untuk meredakan "badai kesedihan". Ada yang butuh waktu menangis satu jam hingga beberapa hari agar suasana hatinya bisa lebih baik. Namun, jangan tenggelam dan terpuruk dalam kesedihan terlalu lama. Coba ambil langkah pertama dengan melakukan sesuatu untuk diri sendiri. Tak harus hal yang besar. Sekadar menggosok gigi atau menata rambut bisa menjadi langkah awal untuk meringankan perasaan.

 

5. Hadirkan Senyuman untuk Diri Sendiri

surat ayah dan titip rindu
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/Kanyanat+Kasemsook

Mendengarkan musik menyenangkan, menonton film baru, atau menikmati komedi yang bisa hadirkan senyuman dapat membuat suasana hati lebih baik. Ada kalanya kita perlu bersedih untuk menyadari betapa indah dan berharganya tawa. Tertawa bisa melepaskan endorfin yang dapat mengurangi hormon stres kortisol dan meningkatn hormon bahagia dopamin.

Saat bersedih, tetaplah berbuat baik pada diri sendiri ya. Serta, jangan lupa untuk berterima kasih pada diri yang sudah memilih untuk bertahan dan tetap berjuang di situasi sulit ini.

 

#WomenforWomen

Lanjutkan Membaca ↓
1
What's On Fimela