Punya Harta Rp117 Triliun, Johann Rupert Jadi Miliarder Dermawan Afrika di Balik Perusahaan Barang Mewah

Vinsensia Dianawanti18 Mei 2022, 20:30 WIB
Diperbarui 18 Mei 2022, 20:30 WIB
Populasi Orang Miskin Bikin Miliarder Ini Paranoid

Fimela.com, Jakarta Sebagai miliarder, nama Johann Rupert menjadi salah satu nama yang tidak terlalu dikenal. Padahal, Johann Rupert menjadi pemilik perusahaan barang mewah terbesar di dunia yang memilih untuk hidup jauh dari mata publik.

Keberhasilan Johann Rupert sebagai seorang miliarder membuktikan orang Afrika memiliki kapabilitas untuk menjadi sukses Pengusaha berusia 71 tahun itu menjadi orang terkaya kedua di Afrika dan warga negara terkaya di Afrika Selatan.

Dikutip dari Forbes, Johann Rupert memiliki saldo bank mencapai $8miliar. Salah satu perusahaan yang berhasil didirikan oleh Johann Rupert adalah Compagnie Financière Richemont atau lebih dikenal sebagai Richemont pada tahun 1988.

Richemont dikenal sebagai perusahaan bawang mewah. Bisnis tersebut mengelola beberapa merek mewah terkenal termasuk Cartier, Dunhill, Piaget, Montblanc dan Van Cleef & Arpels.

 

Jadi perusahaan ketiga terbesar di dunia

Punya Harta Rp117 Triliun, Johann Rupert Jadi Miliarder Dermawan Afrika di Balik Perusahaan Barang Mewah
Johann Rupert merupakan salah satu miliarder terkaya dunia dengan total kekayaan mencapai US$ 7,5 miliar. (richemont)

Perusahaan yang dimiliki Johann Rupert menjadi salah satu perusahaan barang mewah terbesar ketiga di dunia. Dikutip dari laporan Deloitte 2019 tentang Kekuatan Global Barang Mewah, perusahaan milik Rupert berada di belakang LVMH dan Estee Lauder.

Meski memiliki kesuksesan yang besar, Johann Rupert dikenal sebagai miliarder yang tertutup. Ia memilih untuk menjalani hidupnya secara privat dan jauh dari jangkauan publik. Padahal, keluargnya tinggal di sebuah rumah besar di wilayah Cape Town, Afrika Selatan. Diperkirakan rumah besar tersebut bernilai $2,1juta.

 

Punya ladang anggur

Tidak hanya memiliki perusahaan barang mewah, Johann Rupert juga memiliki lahan pertanian yang digunakan sebagai perkebunan anggur L'Ormarins Wine Estate yang meliputi Drakenstein Stud Farm. Perkebunan anggur ini bahkan menjadi salah satu penghasil anggur terkenal di Afrika Selatan, Franschhoek.

Dari perkebunan anggur seluas 3.200 hektar ini menghasilkan sejumlah merek wine lokal, di antaranya Anthonij Rupert Wyne, serta sejumlah label lokal populer lainnya seperti Protea, Cape of Good Hope Wines, dan L'Ormarins.

 

Koleksi mobil mewah

Sebagai seorang miliarder, Johann Rupert juga memiliki deretan koleksi mobil mewah. Tidak terparkir di garasi rumahnya, koleksi mobil mewah milik Johann Rupert terparkir rapi di Franschhoek Motor Museum. Museum ini terbuka untuk umum dan menampung lebih dari 200 mobil pribadi milik Rupert. Mulai dari kendaraan antik dan mobil balap.

Meski sudah meraih kesuksesan besar, tidak membuat Johann Rupert memalingkan wajahnya kepada tanah airnya. Ia menyumbangkan sebagian besar harta yang dimilikinya untuk kegiatan amal dan filantropi, terutama di Afrika Selatan.

 

Kegiatan amal Johann Rupert

Melalui donasi, Johann Rupert mendukung bayak organisasi, institusi, dan badan amal dari berbagai sektor. Mulai dari pendidikan, seni, hingga budaya. Tak heran jika sosok Rupert memberikan pengaruh besar bagi orang Afrika Selatan.

Ketika dilanda COVID-19, Afrika Serikat terdampak tidak hanya di sektor kesehatan melainkan juga ekonomi. Hal ini dikarenakan adanya pembatasan di negara tersebut untuk memerangi pandemi COVID-19. Rupert pun menyiapkan dana sebesar $62juta untuk membantu mereka yang paling rentan dan terdampak ekonomi parah akibat pandemi.

Lanjutkan Membaca ↓
1
What's On Fimela