5 Cara Kuatkan Diri saat Beban Hidup Makin Berat

Endah Wijayanti12 Jun 2022, 08:15 WIB
Diperbarui 12 Jun 2022, 08:15 WIB
perempuan dan hidup tabah

Fimela.com, Jakarta Ada sebuah kutipan menarik yang suatu hari muncul di linimasa media sosial. Isinya, "You feel heavy because you are carrying the weight of the earth inside you instead of simply being part of it." Kadang kita merasa berat menjalani hidup karena kita seakan memikul seisi dunia di pundak kita, bukannya menjalani hidup kita apa adanya sebagai bagian dari dunia.

Makin dewasa, beban hidup kita bisa makin bertambah. Tanggung jawab makin banyak. Berbagai urusan dan prioritas hidup menyita banyak waktu kita. Beban hidup yang makin berat pun kadang membuat kita merasa kehilangan semangat dan harapan untuk hidup. Bila hal ini terjadi, maka kita perlu kembali menguatkan diri lagi.

 

1. Luangkan Waktu untuk Diri Sendiri

perempuan main gitar
ilustrasi/Chatchai.wa/Shutterstock

Lakukan sesuatu untuk diri sendiri. Senangkan diri sendiri dengan melakukan sesuatu. Mengutip buku How to Love, sindrom anak baik membuat kita hanya memikirkan kewajiban dan menekan keinginan kita sendiri. Jika sindrom ini terus berlanjut, kita jadi sulit bahagia karena selalu merasa punya kewajiban untuk memenuhi keinginan orang lain meski harus menahan kepahitan sendiri. Maka dari itu, kita perlu waktu untuk menyendiri atau menikmati kesendirian agar kita bisa makin mengenal diri kita sendiri.

2. Berhenti Menuntut Segalanya Serba Sempurna

kepribadian karakter zodiak
ilustrasi perempuan bahagia/Flower photo created by svetlanasokolova - www.freepik.com

Kadang kita merasa mudah capek karena selalu memaksakan diri untuk selalu sempurna dan benar dalam setiap hal. Sesekali kita perlu menerima dengan lapang dada kesalahan dan kekurangan yang kita punya. Agar dengan begitu, kita bisa lebih mudah merelakan hal-hal yang tak bisa kita kendalikan lagi. Sehingga beban hidup pun tak terasa lebih berat dari yang semestinya.

 

3. Terima Kenyataan Hidup yang Terus Berputar bagai Roda

perempuan dan kesepian
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/BaanditStudio

Saat merasa beban hidup makin berat, kita seakan menggelinding makin jauh ke bawah. Terima kenyataan bahwa hidup ini memang seperti roda. Jika saat ini kita merasa terpuruk, pahami bahwa fase ini hanya sementara. Yakini akan ada saatnya kita bisa kembali bangkit dan naik lagi.

4. Bahagiakan Diri dengan Cara Sederhana

perempuan
Ilustrasi/copyright shutterstock

Ada istilah menarik yang menggambarkan rahasia hidup bahagia orang Amerika, yaitu homeyness. Mengutip buku The Atlas of Happiness, homeyness yang didefinisikan sebagai perasaan seperti di rumah digunakan untuk menggambarkan sifat yang nyaman dan hangat. Istilah ini mengacu pada bagaimana sebuah kebahagiaan bisa didapatkan dan ditemukan pada hal-hal yang lebih sederhana. Kamu bisa kembali menemukan kebahagiaanmu melalui cara sederhana. Tak harus melakukan hal hebat atau besar untuk bisa kembali tersenyum. Sesederhana bisa menikmati makanan kesukaan setelah mengalami hari yang buruk pun sudah bisa membuatmu kembali bahagia.

 

 

5. Terima Segalanya sebagai Bagian dari Proses Bertumbuh

perempuan tersenyum
ilustrasi/heartor/Shutterstock

Untuk bisa kembali kuat, kita perlu menghadapi rasa takut dalam diri dan meningkatkan keberanian untuk menyelesaikan persoalan secara bergantian. Beban hidup yang makin berat dan persoalan hidup yang terus bertambah bisa diselesaikan satu per satu. Untuk semua bagian yang tak menyenangkan dan pengalaman pahit, ambil hikmah dan pelajarannya sebagai bagian dari proses untuk bertumbuh jadi pribadi yang lebih bijak dan dewasa lagi.

Semoga kamu bisa senantiasa kuat dan bisa tetap berjalan ke depan, ya. Tak apa rehat dan beristirahat ketika lelah, tetapi setelah itu kembali melangkah ke depan lagi.

 

#WomenforWomen

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela