5 Cara Wujudkan Work Life Balance yang Lebih Baik

Endah Wijayanti04 Jul 2022, 14:15 WIB
Diperbarui 04 Jul 2022, 14:15 WIB
perempuan dan waktu sendiri

Fimela.com, Jakarta Menjalani rutinitas yang padat bisa sangat melelahkan. Melelahkan baik secara fisik maupun psikis. Menyeimbangkan rutinitas pekerjaan dan aspek kehidupan yang lain (work life balance) pun tidak selalu mudah. Ada begitu banyak tantangan yang perlu kita hadapi dan atasi dalam mewujudkan work life balance.

Bagi yang saat ini sedang kesulitan untuk mewujudkan work life balance, lima cara berikut ini bisa jadi langkah pertama untuk dicoba. Selengkapnya, langsung saja simak uraiannya di bawah ini, ya.

 

1. Lebih Rutin Bangun Pagi

tips bangun pagi lebih mudah
Bangun pagi./Copyright shutterstock.com/id/g/whyframe

Punya kebiasaan lebih rutin bangun pagi bisa jadi langkah awal untuk mewujudkan rutinitas yang lebih sehat untuk kita. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal PLoS ONE menemukan bahwa orang-orang yang terbiasa bangun pagi memiliki tingkat kecemasan yang rendah dibandingkan orang-orang yang tidur larut malam dan bangun kesiangan. Penelitian yang dilakukan tahun 2020 dengan judul Quality of sleep and anxiety are related to circadian preference in university students ini menyebutkan bahwa kebiasaan bangun di pagi hari memberikan lebih banyak manfaat terhadap kesehatan tubuh dan mental seseorang, salah satunya adalah meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi kecemasan. Kalau selama ini masih sering sulit mewujudkan work life balance, bisa coba awali dengan membangun rutinitas bangun pagi yang lebih baik lagi.

2. Miliki Buku Jurnal atau Agenda Rutinitas

perempuan
Ilustrasi menulis jurnal/copyright shutterstock

Melansir lama Lifehack.org, menemukan keseimbangan dalam hidup artinya menemukan titik pusat, yaitu tempat kita merasa damai, fokus di masa kini, dan bahagia. Untuk bisa menemukan titik tersebut, kita perlu punya gambaran sendiri soal hidup seimbang itu yang seperti apa. Kita bisa memulainya dengan membuat daftar kegiatan atau rutinitas yang membuat kita nyaman melakukannya. Memiliki sebuah buku khusus sebagai buku jurnal atau agenda bisa memudahkan kita untuk menjalan berbagai kesibukan dengan lebih terarah lagi.

 

3. Luangkan Waktu Menghirup Udara Segar

childhood dan masa panen
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/chanchai+duangdoosan

Setidaknya buat jadwal khusus untuk rehat atau menghirup udara segar setiap beberapa waktu sekali. Bisa dengan bepergian sejenak ke tempat baru atau alam terbuka yang menawarkan udara yang lebih menyegarkan. Penelitian yang dimuat dalam jurnal Health & Place menemukan bahwa bepergian dan berada di dekat alam mendorong individu yang sudah dewasa hingga lanjut usia menjadi lebih aktif secara fisik, spiritual dan sosial, yang mana ketiganya sangat berkontribusi dalam menjaga kualitas hidup sehingga membantu menghambat proses penuaan.

4. Kerjakan Tugas Satu per Satu

childhood dan majalah
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/KiattisakLamchan

Semakin sering kita multitasking, semakin rentan kita mengalami stres. Untuk itu, kita perlu berlatih membuat prioritas. Fokus pada hal-hal yang perlu diselesaikan lebih dulu sebelum beralih ke hal lainnya. Selesaikan persoalan satu per satu. Mungkin ini tidak semudah teorinya tapi bisa dicoba bila ingin hidup lebih seimbang tanpa rentan mengalami stres.

 

 

5. Kurangi Kebiasaan Overthinking

childhood dan desa
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/Danai+J

Kadang kita terlalu mudah overthinking karena menginginkan dan menuntut segalanya serba sempurna, padahal kesalahan dan kegagalan masih akan kita alami kapan saja. Untuk itu kita perlu mengenali kelebihan dan kekurangan diri. Mengusahakan hal-hal terbaik yang masih bisa diupayakan dan merelakan atau melepaskan hal-hal yang tak bisa kita kendalikan.

Semoga tips dan info di atas bermanfaat, ya. Ke depannya semoga kita bisa memiliki kualitas hidup yang lebih baik lagi.

#WomenforWomen

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela