Diary Fimela: Banting Setir dari Bisnis Catering Bikin Bisnis Sayur Adalah Keputusan Tepat

Vinsensia Dianawanti03 Sep 2022, 22:00 WIB
Diperbarui 03 Sep 2022, 22:00 WIB
Ilustrasi pelaku UMKM

Fimela.com, Jakarta Hantaman pandemi COVID-19 memang memberikan dampak yang luar biasa di sektor UMKM. Tidak sedikit bisnis UMKM yang harus gulung tikar akibat terus mengalami kerugian.

Hal yang sama juga dirasakan Amilus Sholikhah yang memiliki bisnis catering. Di 2019, ia mendirikan sebuah bisnis catering sehat dengan memiliki enam karyawan. Tak berumur lama, usahanya pun terhantam pandemi.

Namun sebelum benar-benar gulung tikar, Ami memutar otak agar bisa mempertahankan karyawan yang telah bekerja dengannya di bisnis catering. Akhirnya, Ami memutuskan untuk membuka bisnis sayur yang produknya didapat dari supplier bisnis kateringnya dengan nama Sayur Express.

 

Adaptasi dengan teknologi

Diary Fimela: Banting Setir dari Bisnis Catering Bikin Bisnis Sayur Adalah Keputusan Tepat
Simak cerita banting setir dari bisnis catering ke bisnis sayur yang sukses besar (GrabMart)

Tidak berjalan mulus, tantangan berjualan sayur mentah yang tidak tahan lama pun ia rasakan. Ami harus mencari cara agar produknya bisa dipasarkan ke konsumen yang luas dan dalam waktu cepat.

’’Di momen itu saya langsung berpikir, harus jualan secara online. Saya mencari tahu lewat internet dan lantas mendaftar sebagai mitra merchant GrabMart pada November 2020. Tidak lama setelah proses registrasi, toko online Sayur Express aktif,” ujarnya.

Untuk mencapai kesuksesan di bisnis sayurnya kali ini, Ami menyadari bahwa ia harus mulai melirik bisnis online. Adaptasi dari model bisnis offline ke online pun menjadi kunci keberhasilannya.

Sekitar 6 bulan Ami mencari cara terbaik sampai akhirnya bisa menyesuaikan dengan model penjualan yang tersedia di dalam layanan GrabMart. Setelah bisa berjualan online dan menjangkau konsumen lebih luas, usaha Sayur Express mengalami peningkatan omzet secara bertahap.

 

Bisnis secara digital jadi solusi

’’Sebelum bisa berjualan online, omzet saya bahkan pernah minus karena tidak ada pemasukan. Setelah menggunakan layanan GrabMart, omzet Sayur Express cenderung meningkat hingga sekarang dengan penambahan revenue 30 persen dari total omzet,’’ ungkap Ami.

Tak hanya kenaikan omzet, dampak positif dari digitalisasi Sayur Express pun bisa membuka peluang pekerjaan. Karyawannya kini bertambah menjadi 20 orang. Tak segan Ami mengajak sesama pelaku UMKM dan pedagang pasar yang belum digitalisasi untuk mengikuti jejaknya.

Menurut Ami, pemasok dan pedagang pasar menjadi aset usaha Sayur Express. Digitalisasi menjadi solusi untuk meningkatkan pendapatan meski memiliki modal minim dan tidak memiliki toko fisik.

"Asal percaya dan semangat belajar, pasti pendapatan meningkat,” tuturnya.

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by
What's On Fimela