Sukses

Lifestyle

4 Manfaat Sayuran Adas yang Berkhasiat bagi Kesehatan Tubuh

Fimela.com, Jakarta Fennel atau adas merupakan salah satu jenis sayuran musiman berumbi. Meskipun tidak seterkenal brokoli atua zucchini, namun sayuran ini beserta bijinya mengandung beberapa nutrisi dan baik untuk kesehatan jika dikonsumsi reguler.

Di beberapa negara di Asia, daun adas dijadikan obat tradisional untuk mengobati berbagai kondisi seperti masalah pencernaan, kolik pada bayi dan bau mulut. Daun adas memang menawarkan beragam manfaat kesehatan dan dapat memberikan efek antioksidan, anti-inflamasi, dan antibakteri.

Daun adas segar segar sangat rendah kalori namun tinggi vitamin dan mineral penting, termasuk vitamin C, mangan, dan vitamin A. Vitamin A dan C adalah nutrisi penting yang penting untuk menjaga penglihatan dan mendukung sistem kekebalan tubuh. Sementara mangan dalah mineral penting yang mendukung fungsi normal otak, sistem saraf, dan metabolisme gula dan lemak.

Untuk lebih jelasnya, Fimela.com kali ini akan mengulas 5 manfaat sayuran adas yang berkhasiat bagi kesehatan tubuh. Dilansir dari Liputan6.com, simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Tinggi Kandungan Antioksidan

Baik biji dan daun tanaman adas kaya akan beberapa senyawa tanaman dengan sifat antioksidan. Antioksidan ini termasuk flavonoid, terpenoid, taninm dan vitamin C. Antioksidan adalah senyawa alami yang membantu melindungi sel terhadap kerusakan yang disebabkan radikal bebas.

Mengonsumsi makanan yang kaya antioksidan dapat membantu mengurangi peradangan kronis dan mencegah atau bahkan mengobati kondisi tertentu, termasuk penyakit jantung, Alzheimer, rheumatoid arthritis, dan beberapa jenis kanker tertentu.

Menjaga Tubuh dari bahaya Obesitas

Adas adalah sumber vitamin B-6, yang memainkan peran penting dalam metabolisme energi dengan memecah karbohidrat dan protein menjadi glukosa dan asam amino. Kandungan serat dalam adas juga membantu mencegah sembelit dan meningkatkan kelancaran pencernaan yang sehat.

Serat makanan merupakan faktor penting dalam manajemen berat badan dan berfungsi melancarkan sistem pencernaan. Senyawa ini meningkatkan rasa kenyang dan mengurangi nafsu makan. Mengonsumsi daun adas membuat seseorang merasa lebih kenyang untuk waktu yang lebih lama sehingga menurunkan asupan kalori secara keseluruhan.

Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh dan Cegah Peradangan

Selenium yang ditemukan dalam adas nampaknya merangsang produksi sel-T pembunuh. Ini menunjukkan bahwa adas dapat meningkatkan respon kekebalan terhadap infeksi. Adas juga mengandung kolin yang membantu mempertahankan struktur membran sel, membantu transmisi impuls saraf, membantu penyerapan lemak, dan mengurangi peradangan kronis.

Antioksidan kuat dalam adas, seperti vitamin C dan kuersetin, dapat membantu mengurangi peradangan dan kadar penanda peradangan

Upaya Preventif dalam Mencegah Kanker

Flavonoid, seperti yang ditemukan di daun adas telah terbukti melindungi kesehatan jantung karena kandungan antioksidan kuat dan sifat anti-inflamasi. Faktor risiko tambahan untuk penyakit jantung termasuk peningkatan tekanan darah, trigliserida, dan kadar kolesterol LDL (buruk), serta peradangan kronis. Menurut penelitian, ekstrak adas memiliki efek penurun kolesterol dan trigliserida.

Daun adas mengandung dalam monoterpen, khususnya d-limonene yang sifat antikanker. Monoterpen adalah senyawa tanaman alami yang terkait dengan antikanker, antivirus, antijamur, dan sifat anti-inflamasi. Lebih khusus lagi, d-limonene adalah jenis monoterpene yang telah ditunjukkan oleh penelitian yang dapat membantu mencegah dan mengobati kanker paru-paru, payudara, dan usus besar.

Manfaat Khusus untuk Perempuan

Bagi perempuan, manfaat adas bagi kesehatan terutama terkait dengan minyaknya. Sebuah jurnal yang baru diterbitkan dalam Journal of Menopausal Medicine, mengulas efek positif minyak adas dalam pengelolaan nyeri haid, sindrom pramenstruasi, menstruasi yang hilang, menopause, laktasi, dan sindrom ovarium polikistik.

Laporan tersebut mengutip satu studi di mana perempuan yang mengonsumsi 100 miligram minyak adas setiap hari selama delapan minggu meningkatkan skor mereka pada skala peringkat menopause, dibandingkan dengan wanita yang menggunakan plasebo minyak bunga matahari.

Namun, Cynthia Sass, MPH, RD, ahli gizi, tidak menyarankan penggunaan tanpa pengawasan/resep dari dokter, baik jenis oral, topikal, atau bahkan melalui aromaterapi.

Ini untuk memantau potensi interaksi, reaksi alergi, atau efek samping lainnya, terutama jika kamu sedang hamil atau sedang program hamil. Perlu dikathui juga bahwa suplemen adas dapat mengganggu keefektifan pil KB.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading