Editor Says: Daya Tarik Album Fisik

Putu Elmira27 Okt 2017, 13:35 WIB
[Bintang] Editor Says: Daya Tarik Album Fisik
Fimela.com, Jakarta Era digital menawarkan berbagai kemudahan, tidak terkecuali dengan pilihan untuk mendengarkan musik. Menjamurnya layanan streaming memang disambut antusias terutama bagi mereka-mereka yang lebih memilih esensi praktis memanjakan telinga.
 
Tidak dapat dipungkiri, kata 'praktis' dalam mendengarkan lagu terkadang membuat siapa saja terlena. Bayangkan, cukup mendaftarkan diri dengan email sebagai identitas di dunia maya, kamu sudah bisa memilih lagu-lagu favorit lewat sekali klik. Gratis pula.
 
GIGI (Nurwahyunan/Bintang.com)
Namun, ada juga layanan streaming yang menyediakan paket berbayar dan tentunya kamu akan mendapatkan keistimewaan lebih dari pada akun-akun yang hanya mendengar cuma-cuma. Cukup follow penyanyi atau band idola, klik lagu favorit, hingga membuat daftar lagu kesukaan yang siap diputar kapan dan di mana saja.
 
Di sisi lain, fenomena ini berbanding terbalik dengan eksistensi album fisik. Para pemburu kaset, cd, hingga piringan hitam memang masih cukup banyak ditemui tetapi tidak seperti dahulu. Merosotnya minat pendengar musik yang beralih ke digital berimbas pada banyaknya toko-toko album fisik yang harus gulung tikar.
 
Isyana Sarasvati (Deki Prayoga/Bintang.com)
Beberapa tahun belakangan, runtuhnya pertahanan satu per satu toko musik menjadi buktinya kekuatan digital yang luar biasa. Bahkan di pusat perbelanjaan, sangat jarang ditemui toko yang menjual album fisik, kalau pun ada hanya satu dan itu sepi pengunjung.
 
Terlepas dari semua itu, saya pribadi masih merasakan besarnya daya tarik dari album fisik. Entah mengapa, saat membeli album idola, membuka sampul yang berisi credit list, ucapan terima kasih para musisi, lirik lagu, hingga artwork-artwork musik unik di dalamnya membuat saya bahagia. Apakah kamu merasakan hal yang sama?

Album Fisik, Wadah Penuh Kenangan

Album fisik buat saya juga sebagai media penuh kenangan. Saya ingat betul, ayah selalu membawa pulang cd-cd penyanyi luar negeri yang kala itu namanya sangat asing bagi saya yang masih duduk di bangku sekolah dasar.

Di tengah, pojok kiri atau kanan kepingan cd, ayah selalu menuliskan namanya, tanggal serta tahun resmi kepemilikan. Tanpa mengerti maksud itu, saya yang (masih) belum mengerti, turut mencantumkan nama tidak mau kalah dengan ayah. 

Britney Spears (AFP / STAN HONDA)

Tidak jarang, cd menjadi buah tangan ayah dari negeri seberang. Saya mulai mendengarkan Britney Spears di album pertamanya. Pelantun Sometimes ini masih imut-imut seperti remaja pada umumnya yang tengah meniti karier. 

Atau album pertama Christina Aguilera. Ya, Christina adalah salah satu solois yang masih saya kagumi hingga kini. Vokalnya tidak berubah meski tampilannya jauh berbeda. Ada pula grup Aqua dengan sampul cd berwarna biru dan sedang di masa jayanya kala itu.

Christina Aguilera (AFP / JIM RUYMEN)

Begitu beranjak dewasa, pembendaharaan musik saya memang tidak seberapa. Saya baru tersadar dengan album-album fisik yang ayah bawa dahulu. Saya buka kembali sampul-sampul dan membersihkannya sesekali saat berada di rumah. Ayah juga masih memutar cd koleksinya, meski tidak sesering dahulu.

Setia Membeli Album Fisik

Memori musik di masa lalu sedikit banyak memberi pengaruh yang kuat. Bermula dari buah tangan ayah, keinginan saya membeli kaset band idola saat di bangku sekolah dasar, hingga mengenal lebih dalam keberagamaan di musik.

Saya masih setia membeli album fisik. Sesekali saya sempatkan diri jajan album fisik dan meluncur ke kawasan Jakarta Selatan. Atau jika sedang malas kemana-mana, memesan secara online adalah jawaban dari kemageran.

Album-album Sheila on 7 (Foto: sheilaon7.com)

Terlepas dari kenangan, album fisik memang memiliki nilai tersendiri. Ada kepuasaan dalam diri jika karya musisi idola sudah berada di tangan. Membaca lirik-lirik mereka yang cerdas, mendengarkan alunan nada penuh makna, dan terkagum-kagum karena desain album.

Sekarang dan selanjutnya, saya akan tetap setia dengan album fisik, tidak peduli seberapa gencar digital menghajar. Album fisik tidak hanya sebatas kenangan, tetapi juga warisan untuk anak cucu, agar mereka tahu di tiap-tiap era kejayaan, ada musisi cerdas yang menyuarakan berbagai hal dalam nada. Nah, di antara kalian, siapa yang masih membeli album fisik? 

 
Putu Elmira
 
Editor Musik Bintang.com

Lanjutkan Membaca ↓