Marak Aksi Teror, Dude Harlino Berharap Indonesia Tetap Bersatu

Anto Karibo15 Mei 2018, 19:24 WIB
[Bintang] Dude Harlino

Bintang.com, Jakarta Bangsa Indonesia kembali menghadapi ujian. Kali ini Mako Brimob Kelapa Dua, Depok dan kota Surabaya menjadi sasaran aksi terorisme yang dilancarkan oleh mereka yang tak bertanggung jawab. Sebagai publik figur, Dude Harlino  ikut berbela sungkawa atas kejadian yang telah memakan banyak korban jiwa tersebut. "Iya kami turut belasungkawa," kata Dude Harlino di SCTV Tower, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (14/5/2018).

Dude menambahkan bahwa masyarakat tak perlu takut dan harus bersikap tenang menghadapi aksi yang begitu menyeramkan tersebut. "Kami berharap Indonesia harus tenang, kemudian kita tetap bersatu," ujarnya.

 

[Bintang] Dude Harlino
Dude Harlino hadiri acara aksi bela Palestina (Instagram/@novan_rian)

Perbedaan dalam bangsa Indonesia merupakan fitrah yang harus dijaga. Sejak zaman dahulu, perbedaan yang ada justru menjadikan Indonesia tetap bisa saling menghormati dan menjaga perdamaian.

"Kita bangsa yang majemuk tapi kita dipersatukan dengan baik dan mudah-mudahan persaudaraan sebangsa kita bisa terwujud. Kedamaian harus ada insyaallah," tuturnya.

 

Gabungan Suporter Bola Gelar Aksi Lilin Doakan Korban Bom Surabaya
Lilin simbol cinta dinyalakan oleh gabungan suporter klub sepak bola dalam aksi solidaritas terkait tragedi teror bom di Surabaya dan Sidoarjo di Taman Suropati, Jakarta, Senin (14/5). (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Dude berharap aparat keamanan bisa mengusut tuntas dalang di balik aksi teror yang terjadi. Sementara itu masyarakat harus bertindak proaktif agar kejadian memilukan seperti saat ini tidak terulang.

"Mudah-mudahan aparat keamanan, pemerintah bisa mengusut secara tuntas dan tidak boleh kita menjadi takut. Dan kejadian semacam ini jangan sampai terulang lagi," ucap suami Alyssa Soebandono.

Yang menjadi kekagetan dari Dude adalah adanya keterlibatan anak-anak dalam peledakan bom maupun sebagai korban. "Ya cukup mengagetkan, tidak tahu apa yang melandasi sebenarnya," ujar  Dude Harlino.