Sukses

Entertainment

Idap Autoimun, Begini Cara Qory Sandioriva Atasi Ruam Merah di Kulit

Fimela.com, Jakarta Puteri Indonesia 2009, Qory Sandioriva membuat pengakuan yang cukup mengejutkan. Sejak 12 tahun lalu, ia mengakui jika mengidap penyakit autoimun. Bahkan, penyakit tersebut pun sudah ada ditubuhnya saat dirinya meraih trofi Puteri Indonesia 2009 dan ikut dalam ajang Miss Universe 2010.

Pengakuan itu diungkapkan Cory Sandrioriva saat menjadi pembicara di acara bertajuk Kusuma High Tea di Kusuma Beauty Clinic, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Kamis (26/9/2019). Kesempatan tersebut juga sekaligus menjadi launching logo terbaru berupa siluet wajah perempuan berbentuk kupu-kupu yang diartikan sebagai metamorfosis klinik yang sudah berdiri sejak 20 tahun silam.

"Iya betul saya mengidap autoimun, jenisnya lupus. Itu sejak 12 tahun lalu sebelum Puteri Indonesia (2009)," ujar Qory Sandioriva.

Autoimun sendiri adalah kondisi dimana sistem kekebalan tubuh seseorang menyerang tubuhnya sendiri, dalam hal ini sel tubuh yang sehat dan dianggap sebagai organisme asing. Gejala-gejala yang dialami Qory itu pun sama seperti pengidap autoimun pada umumnya, antara lain sakit kepala hebat, persendian linu, kesemutan, nyeri di kulit dan tulang.

Sebagai seorang publik figur dimana penampilan fisik menjadi hal yang sangat penting, Qory pun mengaku ruam-ruam di sekujur tubuhnya sempat mengganggu. Terlebih, konsumsi obat jenis steroid sempat membuat bobot tubuhnya bertambah secara signifikan sampai di angka 110 Kg beberapa tahun lalu.

"Saya ketemu sama Dokter Christo (owner Kusuma Beauty Clinic) di sini, dia kasih masukan untuk kulit dan rambut. Sekarang kan udah ada laser, suntik vitamin. Untuk kulit juga pakai sunblok. Kerutan wajah juga diperhatikan karena saya harus make up. Jadi perawatan kulit sampai detik ini sangat penting sekali," paparnya kemudian.

Sementara itu, Dokter Christopher Damianus menyebut, penyakit autoimun seperti yang diidap Qory Sandioriva memang perlu mendapat perhatian khusus ketika menjalani treatment kecantikan. Meski tak harus secara spesifik menggunakan produk dengan kandungan khusus, namun menurutnya dokter yang menangani pasien pengidap autoimun harus bisa menentukan kapan saat yang tepat untuk melakukan perawatan.

"Untuk makeup itu kan ada kosmetik dan skincare-nya, secara umum bisa digunakan semuanya. Yang masalah itu ketika autoimunnya muncul, merah-merahnya (di kulit) muncul. Kalau masih ada merah-merah di wajah atau kelainan kulit harus dihindari dulu (perawatan) dan konsultasi dulu. Untuk penderita lupus pasti sensitif terhadap matahari, jadi hindari matahari dan harus dikonsultasikan lebih lanjut," kata dr. Christopher Damianus.

 

Saksikan Video Menarik Berikut Ini

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading