Dipercaya Jadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Ini Profil Nadiem Makarim

Musa Ade23 Okt 2019, 13:24 WIB
Diperbarui 23 Okt 2019, 13:24 WIB
Nadiem Makarim

Fimela.com, Jakarta Nadiem Makarim resmi menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) di Kabinet Indonesia Maju. Pria kelahiran 4 Juli 1984 dilantik oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara pada Rabu (23/1/2019).

Seperti diketahui, Nadiem merupakan salah satu pengusaha muda sukses di Indonesia. Namanya semakin populer seiring dengan kesuksesan perusahaan ride-hailing yang didirikannya pada 2010, Gojek.

Dikutip dari berbagai sumber, pria yang meraih gelar MBA dari Harvard University ini memulai kariernya di McKinsey & Company di Jakarta. Setelah itu, ia berlabuh di e-commerce Zalora dari 2011-2012. Akan tetapi, ia memutuskan untuk meninggalkan Zalora dan fokus membangun Gojek.

Sambil mengembangkan Gojek, anak dari pasangan Nono Anwar Makarim dan Atika Algadri ini bekerja sebagai Chief Innovation Officer di Kartuku hingga 2014. Sampai akhirnya ia pun benar-benar fokus mengembangkan Gojek dan berhasil jadi salah satu startup besar di Indonesia dan Asia Tenggara.

Nadiem Makarim tak mengira jika bisnis transportasi yang dibangunnya bisa menjadi sebesar seperti saat ini. Bahkan perusahaannya sudah memperluar bisnisnya ke luar Indonesia seperti Thailand, Singapura, dan Vietnam.

"Saya rasa banyak orang-orang yang dulu tidak percaya bahwa ojek bisa se-profesional sekarang dan juga terpercaya saat ini. Hal ini cukup membuat saya frustrasi, karena saya juga harus mengetahui secara persis pengendara ojek di Indonesia. Dengan mengetahui mereka secara personal, saya segera sadar bahhwa sektor ini benar-benar sungguh bernilai," ungkap Nadiem Makarim beberapa waktu lalu seperti yang dilansir dari Liputan6.

Gojek Berstatus Decacorn

Nadiem Makarim
CEO Gojek Nadiem Makarim melambaikan tangan saat tiba di kompleks Istana, Jakarta, Senin (21/10/2109). Kedatangan Nadiem berlangsung jelang pengumuman menteri Kabinet Kerja Jilid II oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Gojek merupakan salah satu platform on-demand sukses di Asia Tenggara. Perusahaan tersebut didirikanawalnya sebagai sebuah call center untuk menghubungkan konsumen dengan kurir pengiriman dan layanan ojek.

Pada 2015, Gojek hadir dalam bentuk aplikasi dengan tiga layanan GoRide, GoMart, dan GoCar. Hingga akhirnya Gojek menjadi Super App dengan lebih dari 20 layanan.

Suntikan dana untuk Gojek terus mengalir, bahkan dari raksasa internet dunia yaitu Google. Banyak perusahaan besar Indonesia banyak yang melirik Gojek, termasuk Group Djarum dan Astra yang menjadi investor pada tahun lalu.

Saat ini Gojek merupakan salah satu startup decacorn di dunia dan merupakan yang pertama di Indonesia. Gojek menjadi decacorn pada awal tahun ini. Decacorn merupakan istilah untuk startup dengan valuasi atau nilai sedikitnya USD 1 miliar.

Selain Indonesia, layanan Gojek juga tersedia di Vietnam, Thailand, Singapura. ekspansi ke wilayah Asia Tenggara ini dimulai sejak tahun lalu. Gojek juga berusaha memasuki pasar Malaysia, walaupun beberapa waktu lalu menghadapi penolakan dari perusahaaan transportasi setempat.

 

Ketahuilah bahwa setiap perempuan terlahir istimewa. Yuk, Grow Fearless bersama Fimela. Daftar untuk mengikuti berbagai kelas inspiratif di FIMELA FEST 2019 di sini.

Saksikan Video Menarik Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓