Foto dengan Rambut Dikepang, Kylie Jenner Tuai Kritikan Warganet

Lanny Kusumastuti08 Jan 2020, 20:24 WIB
Diperbarui 08 Jan 2020, 20:24 WIB
Kylie Jenner

ringkasan

  • Kylie Jenner kembali tuai kritik warganet.
  • Gaya rambutnya dinilai sebagai pencurian budaya.
Lanjutkan Membaca

Fimela.com, Jakarta Kylie Jenner lagi-lagi mendapat kritikan dari warganet atas unggahan fotonya di Instagram, di mana dirinya mengunggah foto diri dengan gaya rambut khas perempuan Afrika, yaitu braids atau kepang.

Diunggah pada hari Jumat (3/1/2020) lalu, foto tersebut pun menjadi sorotan dan menerima banyak kritik. Melihat banyaknya komentar pedas yang muncul, Kylie kemudian menghapus unggahannya tersebut.

 
Kylie Jenner
Foto Kylie Jenner yang tuai kritik warganet. (Instagram/morellibrothers)

Melansir laman Metro (8/1/2020), dalam foto yang diunggahnya, Kylie tampil dengan kepangan rambut pirang dengan pose lidah menggoda. Hal tersebut pun kemudian mengundang kekecewaan para pengikutnya, yang menilai hal tersebut sebagai perampasan budaya.

Namun di sisi lain, fotografer Morelli Brothers yang menggambil foto Kylie Jenner untuk sampul majalah Paper Magazine itu mengatakan, penampilan ibu satu anak ini justru terinspirasi oleh Gwen Stefani.

Kritikan Warganet Terhadap Gaya Rambut Kylie Jenner

Kylie Jenner
Kylie Jenner (ANGELA WEISS / AFP)

Meskipun Kylie telah menurunkan unggahan fotonya tersebut, sang fotografer justu masih memajang foto Kylie yang dibanjiri kritikan. Kritik yang menyerang Kylie pun menyinggung soal permasalahan yang menyerang kulit hitam, meski begitu tak sedikit juga yang menyukai gaya Kylie di foto tersebut.

“Ia benar-benar ingin menjadi seorang perempuan berkulit hitam,” tulis seorang pengguna Twitter dikutip dari laman Metro (4/1/2020). “Orang-orangku terus kehilangan pekerjaan dan dilihat sebagai “ghetto” dengan gaya rambut seperti itu, sedangkan orang berkulit putih melihatnya sebagai fashion,” cuit lainnya.

“Aku menyukainya! Aku selalu ingin melakukan hal tersebut kepada rambutku. Aku sangat lelah dengan ‘cultural appropriation’ kenapa kami tidak bisa menyukai sesuatu dan melakukannya?” tulis pemilik akun @rij413 di kolom Instagram @morellibrothers.

 

Penulis: Aninditya Aprilia

Editor: Lanny Kusumastuti

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓