Cerita Bayu Oktara Berhenti Merokok Demi Kesehatan dan Keluarga

Anto Karibo21 Jan 2020, 07:24 WIB
Bayu Oktara

Fimela.com, Jakarta Faktor kesehatan dan keluarga merupakan alasan utama Bayu Oktara memilih untuk berhenti merokok. Ia pun selama setahun terakhir ini beralih ke produk tembakau yang dipanaskan sebagai pilihan yang lebih baik.

“Alasannya beralih karena banyak pertimbangan. Pertama itu kesehatan, lalu juga keluarga,” kata Bayu ketika dihubungi awak media, baru-baru ini.

 

 

Bayu Oktara
Bayu Oktara (Instagram/bayuoktara)

Keluarga memang selalu menjadi alasan bagi bayu dalam melakukan banyak hal. Termasuk ketika ia memutuskan untuk berhenti menghisap rokok. Ia tak menampik ketika keluarganya, terutama istri mengeluh ketika mendapati bau asap rokok.

"Bau rokok itu menganggu sih, karena baunya nempel pada baju dan badan. Saya aja kadang-kadang terganggu walaupun lagi enggak merokok. Tapi kalau yang produk ini enggak nempel baunya,” paparnya.

Karena itulah, Bayu mengatakan keluarganya sangat mendukung dirinya menggunakan produk tembakau yang dipanaskan. “Istri senang-senang saja karena dia tidak terganggu. Kalau dulu terganggu karena bau ya,” ujarnya.

Tenggorokan Aman

Bayu Oktara
Bayu Oktara (Instagram/bayuoktara)

Bayu Oktara menambahkan jika salah satu hal yang dihadapi oleh perokok adalah rasa sakit yang sering muncul di tenggorokan ketika bangun tidur. Namun, setelah ia beralih dari rokok ke produk tembakau yang dipanaskan, ia tak lagi merasakannya.

Ia merasakan perubahan positif pada kondisi fisiknya, dibandingkan saat merokok. Tentunya, perubahan ini memiliki pengaruh yang signifikan kepada dirinya yang sibuk dengan siaran pagi di radio.

"Produk tembakau yang dipanaskan ini sangat membantu. Kalau bangun pagi sekarang enggak sakit lagi tenggorokannya. Apalagi kan saya siaran pagi, jadi lebih enak,” imbuh pemeran Gusti dalam sitkom Office Boy.

Hasil Penelitian

Bayu Oktara
Bayu Oktara (Instagram/bayuoktara)

Institut Federal Jerman untuk Penilaian Risiko (German Federal Institute for Risk Assessment) pada 2018 lalu melaporkan produk tembakau yang dipanaskan memiliki tingkat toksisitas (tingkat merusak suatu sel) yang lebih rendah hingga 80-99 persen daripada rokok.

Hasil penelitian dari UK Committee on Toxicology (COT), bagian dari Food Standards Agency, juga menunjukkan kesimpulan yang positif bagi produk tembakau yang dipanaskan. COT menyimpulkan bahwa produk tersebut mengurangi bahan kimia berbahaya sebesar 50 hingga 90 persen dibandingkan dengan asap rokok.

Bayu Oktara menjelaskan dia beralih ke produk tembakau yang dipanaskan setelah mencari informasi dan mendapatkan pengenalan mengenai produk tersebut. Selebriti sekaligus penyiar radio, Bayu Oktara, menceritakan pengalamannya.

"Saya tanya-tanya dan infonya kalau produk tembakau yang dipanaskan ini tidak ada TAR dan lebih rendah risikonya. Karena, TAR itu yang memang bahaya kan,” ucap Bayu.

Bayu sendiri berharap hasil kajian internasional ini bisa diberikan informasinya kepada masyarakat. Juga adanya sosialisasi produk tembakau yang dipanaskan sebagai alternatif untuk beralih.

 

Saksikan Video Menarik Berikut

Lanjutkan Membaca ↓