Usai Syuting Assalamualaikum, Wafda Saifan Tak Masalah Jika Tinggal di Garut

Syifa Ismalia25 Jun 2021, 08:24 WIB
Diperbarui 25 Jun 2021, 08:24 WIB
Vidio Original Series Assalamualaikum

Fimela.com, Jakarta Wafda Saifan ikut bermain di serial Assalamualaikum. Dalam series yang tayang di Vidio itu, dia berperan sebagai Zidan, salah satu ustadz di pesantren di wilayah Garut, Jawa Barat.

Pria kelahiran Jakarta, 4 Juni 1990 itu mengaku sangat senang dapat kesempatan syuting di Garut. Bahkan dia tidak masalah jika suatu saat nanti menetap di sana.

"Kalau harus tinggal di Garut sekarang bisa sih karena di sana memiliki keindahan alam yang sangat bagus," kata Wafda Saifan saat konferensi pers secara virtual, beberapa waktu lalu.

Pengalaman di Garut

[Bintang] Wafda Saifan Lubis
Wafda Saifan. (Adrian Putra/bintang.com)

Selain syuting, di Gatut, Wafda Saifan dan para pemain serta kru sempat mengejar sunrise. Hal itu pun menjadi pengalaman yang tidak bisa dilupakannya.

"Ada pengalaman seru saat kita di sana. Dinginnya memang luar biasa, bisa pakai jaket double bahkan lebih. Jam 1 atau setengah 2 pagi itu kita semua naik ke daerah gunung gitu biar bisa dapat sunrise. Indah banget pokoknya," tuturnya.

Sempat Kesulitan

Wafda Saifan sebagai Damar dalam Sampai Jadi Debu. (Foto: YouTube Falcon Pictures)
Wafda Saifan sebagai Damar dalam Sampai Jadi Debu. (Foto: YouTube Falcon Pictures)

Pada kesempatan itu, Wafda juga bercerita sempat kesulitan mendalami karakternya itu. Apalagi di sana dia harus bisa menggunakan logat bahasa Sunda dalam keseharian.

"Sempat kesulitan karena Zidan ini adalah sosok anak muda yang lahir dan besar di Garut (menggunakan bahasa sunda yang halus). Sedangkan gue orang Medan, yang vokalnya besar gitu dan lahir dan besar di Jakarta. Itu saja beda. Tapi tugas kita bagaimana meyakinkan," jelasnya.

Series Assalamualaikum menceritakan Mandy Jackson (Anggika Bolsteri) seorang mahasiswi Antropologi yang tinggal dengan ibunya di Los Angeles. Setelah menemukan lokasi ayahnya di diary ibunya, Mandy pergi ke Indonesia dengan alasan mengikuti program penggalian.

Mandy masuk ke pesantren yang dia temukan di Garut untuk mencari petunjuk tentang identitas ayahnya. Di perjalanan mencari ayahnya, Mandy menemukan nilai-nilai Islam dan juga cinta yang ditakdirkan.

Saksikan Video Menarik Berikut

Lanjutkan Membaca ↓