Arabella, Bayi Ajaib Yang Lahir Selamat Saat Ibunya Mengalami Kebocoran Jantung

Fimela23 Jun 2014, 11:10 WIB
Arabella | Foto: copyright abcnews.com

Ada yang bilang, wanita akan mempertaruhkan seluruh nyawanya saat sedang mengandung. Bagi sebagian wanita, kehamilan dapat berjalan lancar hingga proses melahirkan, tapi bagi sebagian yang lain, kadang terjadi komplikasi yang membuat nyawa ibu dan janin dalam bahaya. Kasus yang ini contohnya, seorang wanita mengalami kebocoran aorta jantung. Disaat menjalani operasi jantung, dia juga harus melahirkan.

Dikira Sakit Punggung Biasa, Ternyata Pembuluh Jantung Pecah

Edita Tracey, 35 tahun mengatakan bahwa dia mengalami kehamilan yang normal awalnya. Hanya saja, di akhir masa kehamilan, dia sering merasa sakit punggung dan nyeri. Wanita yang bekerja sebagai penata rambut ini mengira itu hanya keluhan biasa pada ibu hamil di usia kehamilan 36 minggu. Namun, siapa sangka keluhan itu adalah tanda bahwa ada kebocoran di pembuluh darah besar yang ada di jantung.

Foto: copyright abcnews.com

Dilansir oleh Dailymail.co.uk, Edita bercerita bahwa saat itu suami sedang dinas keluar kota. Dari nyeri punggung, wanita ini mulai merasakan sakit di dada. Karena sakitnya luar biasa, Edita menelepon ambulans.

"Hal terakhir yang saya ingat adalah kedatangan tim medis. Setelah itu saya tidak ingat apa-apa lagi," kenangnya, seperti dilansir oleh Fox.

Dalam kondisi kritis, tes menunjukkan bahwa pembuluh darah besar di jantung (aorta) pecah dan berpengaruh pada organ hatinya. Tim dokter akhirnya memutuskan bahwa bayi yang dikandung Edita harus segera dilahirkan. Ajaib, bayi perempuan itu lahir selamat dan sehat. Beberapa saat kemudian, Edita harus menjalani operasi sangat panjang selama 9 jam.

Edita, suaminya dan Arabella | Foto: copyright nydailynews.com

Pecahnya aorta adalah kasus langka, Dr Omar Lattouf, dokter ahli jantung yang menangani Edita mengatakan bahwa ini adalah kasus terberat selama 30 tahun dia bekerja. Namun Edita adalah wanita tangguh, dia terus berjuang untuk hidup dan berhasil melewati masa-masa kritisnya.

Saat ini, Edita sudah bisa memeluk bayi perempuannya yang diberi nama Arabella. Belum diketahui secara pasti apa penyebab pecahnya arota Edita, namun dokter memperkirakan bahwa tekanan darah yang meningkat selama masa kehamilan bisa menjadi pencetusnya.

(vem/yel)