Kurangi Konsumsi Jus Buah Agar Terhindar Dari Obesitas

Fimela26 Jun 2014, 10:50 WIB
Foto : copyright shutterstock.com

Bunda, jika Anda memiliki anak yang sudah menginjak usia remaja, sebaiknya hindari memberikan jus buah sebagai minuman pengiring makan malam. Seperti dilansir dari dailymail.co.uk, ketika waktu makan malam tiba, sebaiknya seusia anak remaja diberikan hanya air mineral atau susu sebagai minuman makan malam. Menurut penelitian, rata-rata remaja mengkonsumsi 40 persen lebih banyak gula dari yang seharusnya, sedangkan orang dewasa mengkonsumsi lebih dari 13 persen dari konsumsi gula normal.

Pemerintah London mengklarifikasi stigma yang keliru di masyarakat di mana kebanyakan orang tua melarang anaknya minum soda dan percaya bahwa jus buah adalah minuman yang sehat. Dalam sebuah studi yang dipublikasikan oleh Lancet Diabetes, jus jeruk memiliki potensi yang buruk sama halnya seperti minuman manis lainnya jika dikonsumsi berlebihan. Satu porsi jus jeruk (250 mililiter) mengandung 115 kalori atau setara dengan 7 sendok teh gula. Untuk mengurangi jumlah obesitas pada remaja, pemerintah London menyarankan orang tua untuk mendorong anak remajanya lebih banyak minum air mineral atau susu rendah lemak.

Foto : copyright dailymail.co.uk

Saat ini industri makanan di Inggris sudah mulai mendukung kebijakan pemerintah untuk mengurangi jumlah remaja obesitas di negara setempat dengan menurunkan kadar gula dalam makanan yang diproduksi. Namun hal ini tidak terlalu efektif untuk menanggulangi obesitas yang diperkirakan akan meningkat hingga 50 persen pada orang dewasa di tahun 2050. Salah satu cara untuk mengurangi obesitas yaitu menanamkan sedini mungkin pada anak-anak untuk lebih banyak minum air mineral atau susu rendah lemah setiap hari. Sedangkan jus buah sebagai minuman selingan saja.

Bunda, mulai saat ini sebaiknya jangan berikan jus buah setiap hari kepada anak Anda, ganti dengan susu rendah lemak dan dorong anak untuk lebih banyak mengkonsumsi air mineral.

(vem/hyn)