Ini Penyebab Bayi Tetap Kurus Meski Rutin Minum ASI

Fimela10 Agu 2018, 11:00 WIB
Menyusui bayi/copyright Unsplash.com/Carlo Navarro

ASI adalah makanan utama bayi yang baru lahir. Bahkan hingga dua tahun ke depan, si kecil sebaiknya mendapat ASI ekslusif bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya, namun juga untuk mempertahankan daya tahan tubuh anak.

Tapi bagaimana jika si kecil sudah diberi ASI rutin namun tidak kunjung gemuk? Banyak ibu pasti khawatir jika mengetahui bayinya tidak bertambah berat badan meski suah minum ASI. Lalu apa yang salah?

Moms perlu memahami bahwa gemuk bukan ukuran untuk menentukan apakah bayi sehat atau tidak. Tidak selamanya badan bayi yang gemuk itu sehat, bisa jadi sebaliknya. Dalam banyak hal, tubuh gemuk justru mengancam kesehatan bayi karena masalah kegemukan bahkan obesitas, sehingga mengganggu pertumbuhan dan perkembangannya.

Umumnya, setiap ibu memiliki Kartu Menuju Sehat (KMS) untuk anaknya dan dari grafik ini Moms bisa mengetahui apakah anak sehat atau tidak. Karena ada kemungkinan secara genetik anak mewarisi sifat bawaan kurus dari orangtuanya. Dan jika seperti ini, tidak perlu terlalu khawatir.

Alasan bayi kurus meski sudah minum ASI/copyright Shutterstock.com

Salah satu penyebab bayi tidak gemuk meski minum ASI adalah kurangnya nutrisi yang dikonsumsi ibu. Ini yang bisa Moms lakukan jika ingin berat badan bayi bertambah.

  1. Menyusui lebih lama. Susui bayi minimal 15 menit di satu payudara untuk mendapatkan hindmilk.
  2. Cukupi nutrisi dengan makan buah, sayur dan kacang-kacangan.
  3. Rajin pumping ASI untuk merangsang produksi ASI lancar.
  4. Jika bayi sudah boleh makan MPASI, pastikan jadwal makannya teraturĀ 
  5. Beri tambahan menu yang mengandung protein hewani dan lemak sehat.

Secara umum, berat badan bayi akan mengalami penurunan di usia 3-6 bulan. Namun setiap minggu berikutnya, diikuti dengan pemberian ASI rutin, berat badan bayi akan naik secara signifikan antara 105-147 gram.

Yang paling penting untuk dipikirkan para ibu adalah, jangan membanding-bandingkan anak dengan yang lain karena kondisi kesehatan setiap anak bisa berbeda.

Sumber: Liputan6.com

(vem/feb)