Sukses

Parenting

Tradisi Tebang Pohon Untuk Pernikahan di Jerman

Setiap negara memiliki caranya untuk merayakan sebuah pernikahan. Di Jerman, tradisi pernikahan dimulai sejak seorang wanita baru lahir lho, Ladies. Penasaran, bukan? Ketika seorang bayi perempuan lahir, keluarganya akan menanam sejumlah pohon untuk merayakan kelahirannya dan menghormati lahirnya sang bayi ke dalam keluarga tersebut.

Menurut businessinsider.com, pohon tersebut akan tumbuh bersama dengan sang bayi perempuan. Ketika sang bayi menjadi seorang gadis dan memutuskan untuk menikah, pohon-pohon tersebut akan dipotong dan dan dijual. Hasilnya kemudian akan digunakan untuk menjadi mas kawin pernikahan sang gadis.

Selain itu, terkadang pohon-pohon tersebut tidak hanya akan ditebang dan dijual tapi juga diubah menjadi perabotan, hiasan, dan banyak hal lainnya sebelum akhirnya akan dijual. Beberapa keluarga bahkan menggunakannya untuk aksesoris dan suvenir pernikahannya. Menarik bukan, Ladies?

selain itu, merupakan sebuah tradisi di Jerman ketika sebuah pasangan menikah, kedua keluarga akan memproduksi sebuah koran lokal yang berisi mengenai berita pernikahan, foto, artikel, dan kisah cinta kedua mempelai. Hasil penjualan koran tersebut kemudian akan digunakan untuk menambah biaya perjalanan dan bulan madunya. Wah, perlu dicoba tuh.

Di Jerman, pernikahan biasanya dibagi menjadi 3 bagian. Yang pertama adalah upacara pernikahan sipil di balai kota, yang dilanjutkan di malam hari dengan pesta pernikahan. Kalau di Indonesia, mirip resepsi kali ya, Ladies? Kemudian upacara ketiga dilakukan secara religius, yang dilakukan khusus untuk menghormati tradisi agama. Upacara ketiga ini memiliki keunikan tersendiri dengan adanya gadis pembawa bunga yang menyebarkan bunga di depan mempelai wanita sebagai bentuk do’a dari semua orang untuk kedua mempelai.

Oleh: Mamor Adi 

(vem/tyn)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading