Sukses

Parenting

Kenali Ultrasound markers dari Pemeriksaan USG 2 Dimensi (II)

Pada artikel sebelumnya, anda telah menyimak bahwa kelainan pada janin dapat dideteksi melalui adanya ultrasound markers pada pemeriksaan USG 2 dimensi. Adanya ultrasound markers pada hasil peemriksaan tidak lantas bisa langsung disimpulkan bahwa janin mengalami kelainan, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan hal tersebut.

Seperti dilangsir dari situs babycenter.ca, terdapat empat macam ultrasound markers yang umumnya tampak pada hasil pemeriksaan USG 2 dimensi.

Pertama, Choroid plexus cysts (CPCs). CPCs adalah sekumpulan cairan yang terdapat pada otak janin yang bergerak pada connecting tube. CPCs akan ikut membesar seiring dengan janin yang bertumbuh dan cairannya juga akan ikut bergerak. CPCs biasanya akan hilang dengan sendirinya setelah kehamilan menginjak minggu ke 24.

CPCs yang terdeteksi pada pemeriksaan USG 2 dimensi bisa jadi merupakan hal yang menakutkan. Pasalnya, beberapa bayi dengan CPCs pada otaknya berpeluang untuk mengalami Edward’s syndrome.

Kedua, Renal pelvic dilatation (RPD). Pada pemeriksaan USg 2 dimensi, ultrasound markers yang berupa RPD terlihat seperti titik hitam pada salah satu atau kedua ginjal bayi. RPD dikenal juga dengan istilah hydronephrosis. RPD terjadi karena adanya cairan yang terlalu banyak pada ginjal.

Anda yang memiliki janin yang terdeteksi mengalami RPD akan diminta untuk melakukan USg 2 dimensi lagi pada minggu ke 34 kehamilan. Pada usia kandungan ini biasanya ginjal akan terlihat normal.

Oleh: Pravianti

(vem/ver)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading