4 Tips Menenangkan Anak yang Baru Mengalami Mimpi Buruk

Endah Wijayanti19 Jan 2019, 11:15 WIB
mimpi buruk

Fimela.com, Jakarta Ketika anak baru mengalami mimpi buruk, dia bisa merasa sangat ketakutan. Saat sudah bangun pun kadang dia masih kesulitan membedakan mana yang mimpi dan mana yang kenyataan. Kalau kita tak menenangkannya dengan baik, anak bisa makin cemas dan ketakutan.

Untuk menenangkan anak yang baru mengalami mimpi buruk, ada sejumlah tips yang bisa kita coba. Selengkapnya, langsung saja kita simak di sini, ya.

1. Beri Pelukan

Peluk anak dengan lembut. Lalu katakan bahwa semuanya baik-baik saja. Tenangkan dirinya bahwa kita ada di dekatnya. Kalau anak menangis karena takut akibat mimpi buruk yang baru dialaminya, izinkan saja dia menangis dan dekap dia. Dengan begini, anak akan merasa aman dan akan tenang.

2. Tawari Minuman

Kadang setelah bangun pun, anak masih bingung dan takut. Dia bingung apakah dia masih berada di alam mimpi atau sudah benar-benar bangun. Untuk meyakinkan dirinya bahwa dia sudah bangun, kita bisa menawarinya minuman. Kita ajak dia ke dapur untuk minum segelas susu hangat atau air putih. Kalau ada biskuit atau camilan, bisa juga kita tawarkan padanya.

3. Izinkan Anak Bercerita

Ada anak yang mungkin mau menceritakan mimpi buruknya agar lega hatinya. Tapi ada juga yang masih butuh waktu untuk siap menceritakannya. Yang perlu kita lakukan adalah yang paling utama adalah bersedia menjadi pendengar yang baik untuknya. Katakan bahwa kita akan selalu siap kapan saja dia membutuhkan keberadaan kita.

4. Temani Anak untuk Kembali Tidur

Seiring dengan bertambahnya usia, anak memang perlu dilatih untuk tidur sendiri. Namun, dalam kasus mendapat mimpi buruk, anak mungkin akan takut dan cemas bila disuruh tidur sendiri dalam beberapa waktu. Kita bisa coba temani anak untuk tidur. Begitu ia sudah benar-benar terlelap, kita bisa meninggalkannya tidur sendiri.

Penting juga untuk mencari tahu penyebab anak bermimpi buruk. Apakah dia sedang mengalami masalah? Apakah ada hal-hal yang mengganggu pikirannya? Atau mungkin ada sesuatu yang selama ini selalu ditakutinya? Dengan mencari tahu penyebabnya, kita bisa segera temukan solusi dan membantu anak tidur lebih nyenyak tanpa mimpi buruk.