Tips Membesarkan Anak Mandiri dan Penuh Percaya Diri

Febi Anindya Kirana01 Feb 2019, 09:41 WIB
anak

Fimela.com, Jakarta Orangtua berperan besar membesarkan anak-anak yang penuh percaya diri. Karena pelajaran pertama dan paling mengena dalam kehidupan anak-anak berasal dari keluarga, maka bukan mengejutkan jika kepercayaan diri seorang anak juga tergantung seberapa besar hal itu diasah di rumah. Secara alami orangtua tentu ingin menanamkan sikap bisa melakukan apa saja pada anak-anak sehingg anak berani mengadapi tantangan baru dan seiring waktu, juga menumbuhkan kepercayaan dirinya.

Dilansir dari Kid's Health.org, ini yang bisa dilakukan orangtua agar anak tumbuh jadi individu percaya diri dan mandiri.

1. Memberikan tugas pada anak

Mengembangkan rasa percaya diri anak bisa dilakukan dengan adanya kompetensi atau kemampuan anak dalam melakukan suatu hal. Mulailah dengan "run an errand", yaitu memberi kepercayaan dengan pemberian tugas pada anak, misalnya belanja di toko dekat rumah sendiri atau berangkat ke sekolah jalan kaki bersama teman-temannya.

2. Menghargai pencapaian atau prestasi anak

Setelah melakukan tugasnya dengan baik, jangan lupa memuji anak. Berikan rasa penghargaan pada apa yang telah dilakukan anak. Besar kecilnya pencapaian atau prestasi anak patut dihargai karena ini membantu menumbuhkan kepercayaan diri anak dan merupakan cara membesarkan hati anak.

3. Menghadapi kegagalan dan penolakan

Anak juga perlu belajar menghadapi kegagalan dan penolakan. Memahami bahwa tidak semua keinginannya terpenuhi dan belajar menerima kekalahan dan merasakan kekecewaan serta belajar bangkit lagi untuk memulai dari awal. Bahwa tak perlu malu hanya karena gagal. Kegagalan juga akan melatih kesabaran anak.

4. Biarkan anak melakukan kesalahan

Anak perlu mengalami banyak hal dan tak masalah jika ia melakukan kesalahan. Orangtua perlu memberi banyak kesempatan pada anak untuk menerima banyak pengalaman dan mencoba hal baru sehingga anak banyak belajar dari pengalamannya.

5. Pantau dari jauh

Pengawasan orangtua tentu diperlukan. Jangan langsung turun tangan ketika anak menghadapi masalah, misalnya bertengar dengan temannya. Lihat dahulu bagaimana anak mengatasinya sendiri. Ini adalah cara melatih kemampuan problem-solving anak. Ke depannya, ia akan dihadapkan pada berbagai masalah kehidupan, jadi ia perlu belajar menyelesaikan masalahnya sendiri, tidak jadi anak manja. Turun tanganlah jika diperlukan.

Jadi, jika ingin anak tumbuh sebagai pribadi mandiri dan percaya diri, pastikan melakukan sekian hal di atas.