Kapan Orangtua Batuk harus Khawatir dengan Batuk Anak?

Febi Anindya Kirana03 Feb 2019, 09:38 WIB
batuk

Fimela.com, Jakarta Anak-anak cenderung lebih sering sakit dan terserang batuk pilek ketika cuaca tidak menentu dan sedang tidak fit. Jika demam terjadi dikarenakan flu dan batuk, selain minum obat, orangtua juga bisa memberi nutrisi sehat dan memberikan air hangat untuk meredakan batuk anak.

Tapi beberapa kasus batuk tidak bisa dianggap selepe. Orangtua juga perlu tahu kapan harus khawatir dengan batuk anak, karena bisa jadi batuk mengindikasikan adanya penyakit yang lebih serius.

Dilansir dari Kid's Health.org, ini saat-saat orangtua harus membawa anak ke dokter jika batuknya mencurigakan.

  • kesulitan bernapas atau tarikan napasnya berat
  • bernapas lebih cepat dari biasanya
  • bernapas cepat dan pendek-pendek
  • pucat dan kebiruan di bibir, wajah dan lidah
  • demam tinggi (apalagi jika anak batuk tapi tidak pilek atau hidungnya tersumbat)
  • usianya 3 bulan atau lebih muda dan sudah terbatuk-batuk
  • batuk darah
  • menimbulkan suara ketika bernapas/menarik dan mengeluarkan napas
  • rewel dan mudah marah
  • dehidrasi (tanda-tandanya: pusing, kantuk, mulut kering, mata cekung, menangis tapi tidka keluar air mata, jarang buang air kecil)

Ketika sekian hal ini terjadi pada anak, segera bawa anak ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Jangan abaikan batuk anak yang tidak terlihat normal.