Mengenal Program Keluarga Berencana (KB) untuk Menekan Angka Kelahiran

Mimi Rohmitriasih06 Mar 2019, 13:23 WIB
Keluarga KB

Fimela.com, Jakarta "Dua anak lebih baik" merupakan moto dari program keluarga berencana (KB) yang sampai kini mungkin masih sangat kita hafal. Program KB sendiri merupakan program skala nasional untuk menekan angka kelahiran dan mengendalikan pertambahan jumlah penduduk di suatu negara. Melansir dari laman liputan.com, program KB sudah ada di Indonesia sejak akhir tahun 1970an.

Selain untuk menekan angka kelahiran, program KB juga dibuat untuk menciptakan kemajuan, kestabilan dan kesejahteraan ekonomi keluarga. Mengenai KB, ini sudah di atur dalam UU No 10 tahun 1992 dan diawasi oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Untuk mewujudkan keberhasilan program KB, masyarakat sangat disarankan untuk memakai alat kontrasepsi. Pemakaian alat konstrasep ini bertujuan mencegah atau menunda kehamilan. Ada beberapa alat kontrasepsi untuk menunjang KB. Antaranya kondom, pil KB, IUD, implan/susuk, suntik dan vasektomi serta tubektomi.

KB memiliki banyak manfaat baik untuk Mom, suami dan anak-anak. KB semata-mata tidak hanya menekan angka kelahiran atau mencegah kehamilan tetapi juga memiliki banyak manfaat lainnya. Manfaat tersebut antara lain mengurangi risiko aborsi, mengurangi angka kematian Mom dan janin, menjaga kesehatan mental keluarga, mencegah penularan HIV/AIDS dan menjaga kestabilan ekonomi keluarga.

Melansir dari laman hellosehat.com, lebih jauh program KB bisa memberikan kesempatan seluas-luasnya pada Sahabat Fimela serta pasangan untuk mengembangkan potensi diri misalnya melanjutkan studi, meniti karir dan mengembangkan usaha sebelum mendapatkan keluarga yang lebih sejahtera, bahagia dan terawat. Dengan mengikuti program KB, Sahabat Fimela dan suami bisa merencanakan atau menentukan kapan waktu yang tepat untuk memiliki buah hati.