Mengatasi Kebiasaan Anak Lambat Makan, Berikut 4 Tipsnya

Endah Wijayanti17 Mar 2019, 10:15 WIB
sarapan

Fimela.com, Jakarta Si kecil makannya lambat sekali. Bahkan satu suapan kadang tak kunjung ditelan, cuma diemut selama hampir satu jam. Kebiasaan anak lambat makan ini pun bisa menyulitkannya mendapatkan asupan gizi dan nutrisi yang cukup.

Dr Chu Hui Ping, spesialis di Pediatri dan konsultan di Raffles Children’s Centre seperti yang dilansir dari youngparents.com.sg menyebutkan bahwa sudah hal yang lumrah bahwa sebagian besar anak-anak akan mengalami fase makan yang lambat. Namun, orangtua sebaiknya tak hanya diam saja. Perlu segera melakukan cara dan tindakan untuk mengatasi kebiasaan tersebut demi tercukupinya kebutuhan nutrisi anak.

1. Buat jadwal makan rutin

Sebisa mungkin buat rutinitas atau jadwal rutin makan tiga kali sehari setiap harinya. Bisa diselingi makan makanan ringan pada sore harinya. Dan usahakan setiap kali makan sudah selesai dalam waktu 30 menit. Kalau setiap suapan diemut lama, nantinya suapan berikutnya tidak bisa diberikan dan malah mengurangi gizi dan nutrisi yang seharusnya ia dapat.

2. Siapkan porsi makan yang kecil

Buat porsinya kecil. Mungkin bisa disiasati dengan menggunakan mangkuk atau piring kecil yang memudahkannya makan. Jauhkan gangguan seperti TV, mainan, dan gadget. Saat makan, maksimalkan setiap waktu untuk memastikan semua suapan habis dan tertelan.

3. Jangan memberi camilan saat mendekati waktu makan

Supaya tidak kenyang duluan, anak jangan diberi camilan atau minuman manis saat sudah mendekati jam makan. Soalnya kalau anak sudah makan camilan dulu, dia akan malas untuk makan lagi. Nafsu makannya pun bakal sudah berkurang sebelum jam makan tiba.

4. Libatkan dalam makan bersama

Anak perlu diberi semangat agar bisa lebih lahap saat makan. Salah satu caranya adalah melibatkannya dalam makan bersama. Bisa dengan ikut makan bersamanya atau mengajak teman atau saudara yang lain ikut makan. Dengan begini, si kecil bakal lebih termotivasi untuk menghabiskan setiap suapan tanpa berlama-lama.

Untuk menciptakan pola makan yang sehat dan seimbang, kita juga perlu jadi contoh yang baik untuknya. Kebiasaan anak makan lambat sebaiknya jangan dibiarkan begitu saja. Demi tercukupi kebutuhan gizi dan nutrisinya, kebiasaan makannya perlu diatur dengan baik pula.