Kenapa Susah Hamil? Ini 3 Penyebab Terbanyak Kasus Infertilitas

Endah Wijayanti22 Agu 2019, 11:45 WIB
penyebab infertilitas

ringkasan

  • Endometriosis atau Kista Cokelat
  • Polycystic Ovary Syndrome
  • Pelvic Inflammatory Diseases
Lanjutkan Membaca

Fimela.com, Jakarta Memiliki momongan merupakan impian banyak pasangan setelah menikah. Tapi bila sudah berusaha mencoba sebaik mungkin dan belum mendapat hasil, kita pasti akan dilanda rasa cemas. Penyebab kasus infertilitas pun bisa disebabkan oleh banyak hal.

Kita perlu memeriksakan diri ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat. Bisa jadi kita memiliki kondisi khusus yang butuh perawatan untuk mengatasi kasus infertilitas. Dikutip dari buku 9 Bulan Menjalani Kehamilan dan Persalinan yang Sehat, ada tiga penyebab terbanyak kasus infertilitas. Berikut infonya.

1. Endometriosis atau Kista Cokelat

Banyak kasus infertilitas yang disebabkan oleh endometriosis atau kista cokelat ini. Endometriosis terjadi akibat tumbuhnya jaringan endometrium di luar rahim. Jaringan endometrium normalnya hanya tumbuh di dalam rongga rahim. Sedangkan pada penderita endometriosis, jaringan endometrum juga tumbuh di luar rahim, seperti di saluran tuba, ovarium, usus, bahkan bisa juga tumbuh di organ paru-paru. Kista cokelat adalah sebutan untuk jaringan endometrium yang tumbuh di ovarium dan menyumbang lebih dari 30% ketidaksuburan pada perempuan. Apa saja gejalanya? Gejala umumnya meliputi nyeri saat haid, nyeri saat berhubungan intim, dan infertil.

 

 

2. Polycystic Ovary Syndrome

Tips Jitu Atasi Nyeri Haid Buat Ladies yang Aktif dan Sibuk Bekerja
© Shutterstock.

Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) adalah kista jinak di ovarium yang disebabkan oleh ketidaknormalan hormon perempuan yang dapat mengganggu proses ovulasi. Umumnya terjadi pada perempuan di bawah usia 30 tahun. Apa penyebab PCOS? Penyebabnya bisa karena produksi hormon androgen yang terlalu banyak pada perempuan. Hormon androgen adalah hormon yang membawa sifat kelaki-lakian. Akibat dari produksi hormon androgen yang terlalu banyak, ovarium akan mengalami pembesaran dan hiperaktif.

Pada kondisi normal, hanya satu atau dua folikel yang masak setiap bulan. Tetapi pada PCOS, setiap bulannya akan dihasilkan lebih dari 10 folikel. Karena kondisi ovarium yang hiperaktif, proses ovulasi pun gagal. Gejala PCOS yang paling khas adalah gangguan menstruasi, kadang dua bulan sekali bahkan lebih. Gejalanya juga bisa ditandai dengan pertumbuhan rambut-rambut halus di tubuh, seperti bulu kumis yang tipis. Biasanya juga disertai dengan obesitas.

3. Pelvic Inflammatory Diseases

haid
Ilustrasi./copyright: shutterstock

Infeksi radang panggul atau pelvic inflammatory diseases (PID) dapat mengakibatkan tersumbatnya saluran tuba. Kondisi PID ini merupakan 10% penyebab buntunya saluran tuba. Karena PID jarang menimbulkan keluhan, hampir 70% perempuan tidak merasakannya pada awal gejala. Biasanya infeksi ini diawali dengan keputihan yang kronis dan berulang-ulang.

Ada baiknya untuk memeriksakan diri ke dokter bila merasa mengalami masalah kesuburan. Kenali gejala-gejalanya dan segera cari tahu penyebabnya. Semoga info ini bermanfaat.

 

#GrowFearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓