Waktu Media Sosial Sebanyak Ini yang Timbulkan Masalah Kesehatan Mental pada Anak

Febi Anindya Kirana20 Nov 2019, 18:11 WIB
Diperbarui 20 Nov 2019, 18:11 WIB
anak remaja main gawai media sosial

Fimela.com, Jakarta Orangtua harus selalu mengawasi penggunaan gawai pada anak, berapa pun usianya, apalagi jika ia sudah paham tentang media sosial dan ingin punya akun sendiri di banyak media sosial. Secara umum, paparan media sosial pada anak tidak baik, dan penelitian telah membuktikannya.

Namun seberapa banyak waktu menjelajah media sosial hingga mengganggu kesehatan anak? Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam JAMA Psychiatry mengungkapkan menghabiskan waktu tiga jam per hari menggunakan media sosial punya pengaruh sangat negatif pada kesehatan anak remaja.

Risiko Mengalami Masalah Mental

Ilustrasi
Ilustrasi anak dan gawai. (dok. pexels.com/@kaku-nguyen-1144098)

Penelitian yang dilakukan di Johns Hopkins University Bloomberg School of Public Health yang melibatkan 6.500 partisipan dengan usia 13-17 tahun ini menyebutkan bahwa menggunakan media sosial untuk jumlah waktu berapa pun dikaitkan dengan risiko kesehatan mental pada anak. Namun secara spesifik, menghabiskan setidaknya tiga jam sehari menggunakan media sosial memiliki risiko terbesar mengalami masalah internalisasi dan eksternalisasi.

Masalah internalisasi dan eksternalisasi bisa dikaitkan dengan sikap agresif, impulsif, susah mengendalikan diri, menarik diri dan depresi. Jadi, akan lebih baik jika anak tidak banyak kontak dengan gawai untuk menggunakan media sosial ya Moms.

Daripada mengenalkan anak pada gawai, kenalkan anak pada buku dan mainan yang bersifat edukatif yang melatih motoriknya.

#GrowFearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓