Kekerasan Terhadap Anak Berdampak Buruk pada Tumbuh Kembangnya

Mimi Rohmitriasih27 Nov 2019, 13:45 WIB
Memarahi anak

Fimela.com, Jakarta Usia anak-anak menjadi usia yang menentukan apakan tumbuh kembang anak akan baik atau sebaliknya. Tumbuh kembang anak yang baik perlu didukung dengan supan nutrisi yang baik dan pola asuh yang baik. Melansir dari laman liputan6.com, tumbuh kembang anak bisa terhambat karena banyak hal.

Selain karena nutrisi yang masuk ke tubuhnya kurang, terhambatnya tumbuh kembang anak juga disebabkan oleh perilaku tidak menyenangkan dari orang-orang di sekitarnya. Kekerasan yang dilakukan orangtua atau kerabat dan orang-orang di sekitarnya juga bisa menghambat tumbuh kembang anak.

Kekerasan Menghambat Tumbuh Kembang Anak

Autisme
Ilustrasi/copyright shutterstock.com

Retno Listyarti, Komisioner Bidang Pendidikan, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengatakan, "Cara menghukum anak dengan kekerasan saat anak melakukan kesalahan bisa bedampak buruk buat tumbuh kembang anak. Kekerasan sepertu menyuruh anak lari, berjemur atau mencubit bisa membuat anak tertekan, cemas dan takut. Inilah yang kemudian berpengaruh pada tumbuh kembang anak."

Melansir dari laman parents.com, mendidik anak atau mengajarkan kedisiplinan dengan berlaku keras serta kasar bisa meningkatkan risiko anak depresi. Ini juga akan membuat anak lebih rentan tantrum, berperilaku negatif dan melawan didikan atau nasehat orangtua.

Saat anak melakukan kesalahan, para ahli menyarankan agar orangtua menasehati anak dengan sabar. Hindari mendidik anak dengan kekerasan jika tak ingin anak bersikap kasar dan keras. Semofa informasi ini bermanfaat.

#GrowFearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓