4 Tips Berkomunikasi dengan Anak Introver

Endah Wijayanti21 Feb 2020, 14:31 WIB
anak introver

Fimela.com, Jakarta Komunikasi yang baik sangatlah penting dalam membangun dan menjaga hubungan emosi yang kuat dengan anak. Setiap anak pun memiliki karakter dan temperamen berbeda. Bila buah hati kita cenderung bertemperamen introver, ada beberapa hal penting yang perlu kita perhatikan saat berkomunikasi dengannya.

Anak introver bukanlah anak pemalu. Seorang anak yang bertemperamen introver cenderung suka meluangkan waktu untuk sendiri atau menyendiri di kala diperlukan untuk mengisi ulang energinya. Melansir 6 Tips for Talking with Your Introverted Child via youngparents.com, penting untuk membangun komunikasi sebagai cara bekerja sama dan bukan saling menang sendiri. Kita tak bisa memaksa anak untuk mau berkomunikasi terbuka begitu saja. Ada pendekatan tertentu yang perlu kita lakukan dalam berkomunikasi dengan anak introver.

1. Hargai Privasinya

Langkah awal untuk membangun komunikasi dengan anak introver adalah jelaskan padanya bahwa kita menghargai privasinya. Jelaskan padanya bahwa kita selalu terbuka dan siap membantu kapan saja bila ia membutuhkan kita. Selain itu, ketika anak bicara, hargai dia dengan mendengarnya tanpa menyela pembicaraannya. Jika kita cenderung menyela atau bahkan mengabaikannya, anak akan makin sulit untuk berkomunikasi dengan cara terbuka.

2. Luangkan Waktu Khusus untuk Bicara

Komunikasi akan lebih mudah bila anak menyadari bahwa kita perhatian dan peduli padanya. Salah satu caranya adalah dengan meluangkan waktu khusus berbicara atau mengobrol dengannya. Misalnya, luangkan waktu khusus pada jam tertentu untuk mengobrol dengan anak tentang hari yang dilaluinya.

 

3. Izinkan Anak untuk Diam

membaca nyaring
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/Makistock

Terkadang anak akan menggunakan sikap diamnya untuk "menguji" komitmen kita dalam berkomunikasi dengannya. Izinkan anak untuk diam ketika sedang berada di tengah obrolan. Beri dia waktu untuk mengumpulkan energinya kembali untuk lanjut berbicara. Tak perlu merasa gusar jika anak membutuhkan waktu untuk diam selama beberapa saat ketika mengobrolkan sesuatu.

4. Ungkapkan Rasa Senang Kita

Ketika anak mau lebih terbuka dalam berkomunikasi dan sudah mau meluangkan waktu untuk kita, ungkapkan rasa senang dan terima kasih kita padanya. Anak akan merasa lebih dihargai dan senang ketika upayanya dalam mengobrol membuat kita bahagia. Dengan begitu, anak takkan merasa terlalu terbebani untuk bicara setiap saat.

Membangun komunikasi yang efektif dengan anak memang butuh proses. Pendekatannya pun butuh waktu yang tidak sebentar. Namun, prosesnya bisa kita lakukan setahap demi setahap.

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓