5 Dampak Kekerasan Verbal Orangtua pada Anak

Endah Wijayanti24 Feb 2020, 10:42 WIB
kekerasan verbal pada anak

Fimela.com, Jakarta Kekerasan verbal sering dilakukan orangtua tapi jarang disadari bahwa dampaknya bisa sangat negatif pada anak. Dengan alasan mendisiplinkan anak atau agar anak mau mendengar, sering kita menggunakan kata-kata yang kasar dan keras pada anak. Dampak kekerasan verbal orangtua pada anak bisa berlangsung jangka panjang.

Melansir 8 Serious Negative Effects Of Verbal Abuse On Children via momjunction.com, anak yang terus menerus menjadi sasaran kekerasan verbal bisa mengalami gangguan kesehatan dan psikologis pemanen. Ada setidaknya lima dampak jangka panjangnya pada anak.

1. Gangguan Kesehatan

Anak yang sering mendapat kekerasan verbal rentan mengalami depresi. Kadang pelampiasannya bisa ke makanan, bisa tidak nafsu makan atau makan berlebihan. Hal ini dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tulang, otot-otot, dan organ vitalnya. Jika hal ini terjadi, maka tubuh anak bisa makin lemah dan rentan mengalami gangguan kesehatan.

2. Rendah Diri

Anak yang selalu disalahkan, dimarahi tanpa alasan, atau disudutkan dengan kata-kata negatif bisa tumbuh menjadi pribadi yang rendah diri. Padahal rasa percaya diri sangat penting dan diperlukan anak untuk bisa sukses dan berhasil dalam hidupnya.

3. Kehilangan Harapan dalam Hidup

Anak yang sering jadi sasaran kekerasan verbal bisa kesulitan melihat sisi positif kehidupan. Ada risiko dia akan merasa tidak diharapkan di dunia ini. Merasa tak punya rasa percaya diri yang cukup untuk memaksimalkan waktu dan kehidupan yang dimiliki.

 

4. Anak Berisiko Menjadi Pecandu

anak pemarah
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/MIAStudio

Bila dampaknya sangat parah, anak bisa mencari "pelarian" yang lebih berbahaya. Menggantungkan diri pada alkohol atau bahkan obat-obatan terlarang bisa saja dilakukan untuk mengatasi rasa depresi yang dialaminya. Karena merasa dirinya sudah tak berguna, maka dia bisa melakukan hal sembrono tanpa memikirkan konsekuensinya.

5. Rentan Menjadi Orangtua yang Melakukan Kekerasan yang Sama

Saat makin dewasa, ada kemungkinan anak yang pernah mendapat kekerasan verbal akan melakukan kekerasan yang sama pada anaknya kelak. Ada kecenderungan anak yang mengalami kekerasan verbal menjadi anti-sosial. Bahkan bisa membuat anak menjadi pelaku kejahatan.

Menjaga ucapan dan kata-kata yang kita lontarkan pada anak memang tidak mudah. Kadang saat sudah terbawa emosi, kita tak sadar telah mengeluarkan kata-kata negatif pada anak. Namun, selalu pikirkan dampak dan konsekuensinya sebelum kita mengucapakan kata-kata buruk pada buah hati tercinta.

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓